
Rabbii,
Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh
hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman
yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan aku
mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan
kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di
pojok-pojok jembatan. Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai
taulan.
Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang
shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya.
Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu,
dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang
ke berbagai permasalahan dunia.
Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan
seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk
mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu.
Dalam desah napas kepasrahan tidurku.
Yaa, Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang
menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku
mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku.
Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh
hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman
yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan aku
mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan
kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di
pojok-pojok jembatan. Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai
taulan.
Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang
shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya.
Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu,
dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang
ke berbagai permasalahan dunia.
Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan
seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk
mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu.
Dalam desah napas kepasrahan tidurku.
Yaa, Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang
menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku
mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku.
Lewat lantunanseayat dua ayat hafalanku.
Yaa Rahiim,
Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi
tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya
bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan
mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka
izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.
Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim
yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji
matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku
mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku,
dengan mencintai manusia dan alam semesta.
Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam
jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.
Yaa Rahiim,
Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi
tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya
bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan
mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka
izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.
Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim
yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji
matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku
mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku,
dengan mencintai manusia dan alam semesta.
Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam
jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.
~* Si Gadis Embun *~
Jakarta 7 Juli 2009
Taken from http://tanbihun.com

0 comments:
Post a Comment