Sunday, October 24, 2010

Syukurku padaMu ya Rabb....


~ Bismillahirrohmannirroohiim ~

Aku tahu… Allah tidak sedang menghukumku

Allah sedang mengingatkan aku akan salahku akan apa yang pernah aku lakukan dan aku ucapkan dari bibir atau hati.

Allah tidaklah mempersulitku Allah sedang mengajariku

Allah sedang membersihkan hatiku

Allah ingin aku memahami banyak hal

Allah ingin aku lebih tahu betapa Ia mencintaiku

Allah ingin aku lebih tahu tentang kuasa setia kemurahan kehendak keagungan dan sifat baik Allah yang lainnya

Allah tidaklah menganiayaku namun aku yang menganiaya diriku sendiri

Sesungguhnya Allah telah banyak menolongku

Allah telah mengabulkan apa yang aku minta

Allah telah menyiapkan kisah yang lebih indah daripada doaku yang pernah terpanjat

karena Ia jauh lebih mengetahui mana yang terbaik untukku

Allah telah memberi apa yang aku butuhkan

Allah telah memberiku anugerah yang sangat indah “kebahagiaan atas rasa syukur” meski seringkali hati ini penuh debu dan lemah hati.

Aku tahu… aku telah banyak diberi kemudahan olehnya mungkin bila aku merasa sebuah kesulitan maka aku harus belajar dari semua itu.

aku percaya semua pasti ada hikmahnya semua tak ada yang sia-sia bukankah Allah telah menciptaklan segala sesuatu menurut ukuran.

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (Al Qamar 49)

Semua yang terjadi telah menjadi ketetapannya semua terjadi karena kehendaknya.

Berencana, berdoa dan berusaha itu harus namun semuanya kembali pada Allah rencana dan ikhtiar manusia lah yang menyesuaikan dengan takdir Allah.

Aku telah banyak diberikan nikmatnya yang tak mampu aku menghitungnya

Aku telah diberikan banyak hal indah

aku diberikan duka yang menyentuh dan mengajariku

aku dipertemukan dengan guru-guru terbaik dalam hidup

aku diberikan perjalanan kisah yang sempurna dan dirancang hanya untukku

rancangan yang berbeda dengan orang lain sejak aku lahir hingga aku menutup mata

aku diberikan anugerah dan keajaiban-keajaiban

aku dihibur ketika aku bersedih dan Ia tersenyum padaku bila aku mengingatnya. bagaimanakah aku tidak bersyukur??? Aku bersyukur aku tak mengingkari segala nikmat yang Ia berikan Aku yakin Ia adil dan setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan dan Ia tidak akan memberikan ujian pada hambanya yang tidak mampu.

“Laa yukallifullahu nafsan illa wus’ah”

(QS al-Baqarah: 286)

Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya.





taken from one of my friends note :

http://www.facebook.com/notes/prima-alexandria



Jakarta, 25 October 2010

=== Icha ===

Friday, August 6, 2010

ramadhan.....


Tak terasa Ramadhan akan segera datang.....
Selamat datang wahai bulan yang Mulia
Aku tak tau harus berkata apa...
yang ada hanya tangis...
mengingat betapa kotornya ramadhan - ramadhanku tahun - tahun yang lalu
betapa maksiat itu kerap kali kulakukan disaat bulan mulia itu tiba


hari ini entah dengan airmata apalagi aku harus menangis,
Allah memanjangkan usiaku
Allah memberiku kesempatan untuk merasakan kembali indahnya Ramadhan
Aku tak tau teman, entah berapa lama lagi aku bisa merasakan damainya Ramadhan ini
sebab setiap saat mati mengintaiku
sang Izrail sewaktu - waktu dapat langsung membawaku

Hari ini, aku berjanji
tidak akan ku sia siakan segala nikmat yang telah Dia berikan untukku
aku akan menjadi indah di bulan yang indah ini
aku akan mempersiapkan diriku
aku akan membayar semua ketertinggalanku

Rabbi....
Izinkan aku bermohon,
kuatkan hatiku dalam bermunajat kepadaMu

Friday, July 2, 2010

seminggu menjelang kepulanganmu....




Seminggu lagi menjelang kepulanganmu sayang.......
segalanya telah kusiapkan yang terbaik untuk menyambut kedatanganmu
mulai dari rambut hingga segala sesuatu hal yang tidak biasa
semua ku siapkan untukmu sayang......
untuk kita

seminggu lagi menjelang kepulanganmu sayang.......
kita bertengkar hebat
aku tak tau siapa yang memulai cerita
tiba - tiba aku tersadar bahwa hatiku luka
luka oleh sikapmu dan aku tak tau apakah hatimu jua luka

seminggu lagi menjelang kepulanganmu sayang......
aku hanya bisa diam
memandang segala perubahan yang terjadi padamu
akal sehatku berusaha mencari jawaban,
penyebab dari berubahnya engkau
tapi semakin dalam ku mencari
semakin tidak kutemukan jawaban sedikitpun

seminggu lagi engkau pulang sayang......
ini kali kesekian engkau memarahiku
membentakku.......
tak sadarkah engkau sayang......aku terluka
tak taukah kau sayang.......batin ku meradang
otak ku kaku dan tiba - tiba beku....

Ya......
hari ini tepat seminggu lagi menjelang kepulanganmu
namun aku bimbang.....
haruskah kau ku tunggu....ataukah tetap ku meng-gagu
karna semua yang kau lakukan
sungguh membuat aku jemu...

Tuesday, May 11, 2010

Hidup.....
cumalah sebuah kamuflase.....
tidak abadi....
semu.....

Mati...
itulah ujung dari semua perjalanan
siapkah aku tuhan???

larutan penyejuk jiwa

Aku bukan tak ingin kaya.
Juga tak ingin hidup miskin.
Aku hanya ingin memilih selalu hidup sederhana.
Aku ingin menjadi orang biasa.

Biarlah rumah kami begini, apa adanya, asal keluargaku dapat berteduh dan beristirahat, terhindar dari panasnya matahari dan basahnya hujan. Rumah model kampung dan tak mengikuti tren arsitektur terbaru. Tak harus mewah, tak harus terlihat indah dan artistik.

Aku malu pada Rasul yang hanya tidur di atas tikar kasar tiap harinya, sementara di rumahku tersedia kasur spring bed yang kadang terlalu memanjakan penggunanya sehingga terlambat sholat berjamaah.

Aku malu pada Syekh Ali Ghuraisyah, yang hanya menjadikan krak botol minuman yang ditutup sehelai kain lusuh untuk meja dan kursi tamunya. Sementara di rumahku ada beberapa kursi, meskipun kuno dan bukan sofa, yang cukup enak diduduki.

Aku malu pada Usamah, yang tak memiliki satu buah furnitur pun di rumah keempat istrinya, sementara untuk amal sosial dengan mudah dia akan mengeluarkan cek senilai ratusan juta dollar.

Mereka bukan orang miskin, tapi mereka adalah orang-orang yang memilih untuk hidup sederhana.

Aku takut berlimpahnya harta akan menyilaukan mata dan hatiku.
Takut nyamannya rumah dan kendaraan membuatku tak lagi mampu meletakkan harta di tangan, tapi telah jauh meracuni hatiku.
Dan aku sungguh takut dengan ujian harta ini.

Biarlah kendaraan kami biasa saja, sepeda motor yang sudah cukup berumur dan mobil kuno 1990-an yang sudah berkarat di beberapa sisinya. Asal dengan itu telah mampu membantuku beraktivitas dan menghemat banyak hal dalam perjalanan.

Aku malu pada Rasul dan Abu Bakar, yang menempuh perjalanan Makkah-Madinah dengan berjalan kaki, padahal mudah bagi beliau untuk meminta diperjalankan oleh Allah dengan Buraq sekalipun.

Aku malu pada Syekh Hasan Al-Banna & Syaikh Umar Tilmisani, yang lebih memilih naik kereta kelas ekonomi untuk berdakwah di seantero Mesir, meski secara finansial sangat mampu untuk naik kereta kelas di atasnya.

Aku malu pada pemuda Taufiq Wa’i, yang tak mau hanya sekedar naik taxi seperti saran bunda Zainab Al-Ghazali, karena khawatir tak mampu menyikapi fasilitas itu dengan benar.

Biarlah kemana-mana aku ingin naik angkutan umum kelas ekonomi, selagi fisik mampu diajak berkompromi. Bukan naik taxi atau kelas eksekutif. Bukan karena sayang mengeluarkan uang, tapi sungguh bersama orang-orang berbagai tipe di kelas ekonomi itu, banyak pelajaran yang dapat kuambil, dan itu mampu melembutkan hati.



Biarlah aku memiliki baju secukupnya saja, tak harus mengikuti model terbaru. Yang penting masih utuh dipakai dan cukup pantas dilihat orang. Aku takut menjadi penganut paham materialis, berburu berbagai koleksi baju, kerudung, tas, alat tulis, perlengkapan elektronik... bukan karena perlu tapi hanya sekedar ingin.

Aku malu pada khalifah kelima, Umar bn Abdul Aziz, yang setelah menjadi khalifah justru memilih jenis pakaian yang paling kasar dan paling murah pada pedagang yang sama, hingga membat takjub si pedagang karena sebelumnya sang Umar adalah seorang yang sangat memperhatikan penampilan.


Aku bahagia, saat melihat pak NN dengan istri dan ke-6 anaknya yang kecil-kecil dapat berteduh di salah satu rumah kami tanpa bayar sejak 8 tahun lalu. Jujur, melihat kehidupan perekonomian mereka yang makin membaik, kadang tergoda untuk mulai menerapkan prinsip ’profesional’ dengan perjanjian sewa.

Tapi, Astaghfirul-Lah.. kembali kutepis keinginan itu. Mungkin, justru lewat wasilah doa-doa tulus pak NN-lah, Allah selalu memberikan rezki yang berlebih padaku dan keluarga. Ya Rabb, biarkanlah rumah itu menjadi ladang amal pintu pembuka rahmatMu bagi kami.

Aku bahagia, meski piutang-piutang kami untuk berbagai keperluan pada beberapa orang tak kunjung terbayarkan sampai berbilang tahun bahkan berpuluh tahun. Aku pun tak ingat lagi persis jumlah nominalnya. Aku percaya, mereka semua bukan tak mau membayar, tapi belum mampu membayar.

Tentu mereka malu untuk tiap waktu hanya menghubungi lalu mohon maaf dan meminta penangguhan waktu pembayaran. Mereka juga manusia, yang memiliki izzah. Biarlah, mungkin mereka butuh waktu. Mungkin Allah sedang mengajarkan arti ikhlas pada kami. Biarlah, kalau memang ternyata sampai nanti pun tak mampu terbayarkan, Allah yang akan menggantinya dengan yang lebih baik. Insya Allah....

Bahkan, mungkin dari mulut-mulut merekalah, teman-teman yangn membutuhkan itu, meluncur doa-doa ikhlas untuk kami sekeluarga, yang langsung didengar Allah di Arsy sana, hingga Allah berikan kemudahan rizki pada kami.

Aku ingat, salah seorang teman yang sudah cukup lama berhutang sekian juta, demi mengetahui bahwa aku akan menunaikan ibadah haji beberapa tahun lalu, dia mengirim sms: "Semoga hajimu mabrur ya Ning. Jangan lupa aku titip doa, doakan aku agar semua masalahku terangkat, kehidupanku menjadi lebih baik, dan aku dapat segera menunaikan kewajibanku pada kalian yang sudah tertunda sekian tahun.

Aku malu sebetulnya bicara begini. Tapi aku tahu, kalian bisa menerima dengan lapang".
Hiks, sungguh aku terharu dan menetes air mataku membaca sms itu.

Sayup-sayup, kudengar refrain nasyid Antara Dua Cinta-nya Raihan

Tuhan, leraikanlah dunia
yang mendiam di dalam hatiku
karena disitu tidak ku mampu
mengumpul dua cinta
Hanya cintaMu, kuharap tumbuh
diibajai bangkai dunia yang kubunuh ...

Saturday, May 8, 2010

Moon River

Moon River wider than a mile
I'm crossing you in style someday
Oh dream maker you heartbreaker
Wherever you're going I'm going your way

Two drifters off to see the world
there's such a lot of world to see
We're after the same rainbows end
Waiting round the bend
My huckleberry friend Moon River and me

(Moon River off to see the world
there's such a lot of world to see)
We're after the same rainbows end
Waiting round the bend
My huckleberry friend Moon River and me

Monday, April 26, 2010

27 April 2010

Diary,

dadaku hari ini sesak lagi. tapi mama masih aja nyuruh aku kerja di dapur. Tiba - tiba aku kangen ma abang. kalo ada abang dia pasti ga akan membiarkan aku kerja.... ya tuhan dadaku sesak . Mama sering sekali ngebandingin fisik ku dengan fisiknya, mama yang ga pernah sakit, mama yang cape tapi masih bisa ini itu. TUhan.....kalaulah suruh memilih aku pun tak mau sakit, aku ingin seperti dulu selalu sehat dan bisa beraktifitas bermacam - macam.

Diary,

rasanya aku ingin teriak...........

Friday, April 23, 2010

Hari pertamaku tanpamu



aku tahu, sejak pertama aku dengar berita bahwa engkau diterima bekerja di tempat baru, aku tahu bahwa hidupki tidak akan pernah sama lagi. Aku tahu seberapa besar engkau menginginkan pekerjaan itu, aku tahu seberapa besar kau ingin membahagiakan aku. Maka dari itu aku berkata " iya pergilah " saat kau meminta pendapatku. Tapi tahukah engkau, aku hancur. aku tahu aku akan kehilangan banyak waktu kebersamaanku denganmu. aku tahu akan begitu banyak hari yang akan kulalui seorang diri. aku tahu akan begitu banyak tawa yang akan kurindukan.


Hari ini aku melepas engkau pergi, tadi siang di perjalanan aku menahan tangisku, tahukah kau rasanya begitu sesak......aku terus menatap keatas langit aku berusaha keras agar tak setets air matapun terjatuh. aku harus terlihat kuat dihadapanmu. maka dari itu ku umbar senyumanku, tapi rasa sakit itu makin terasa. akhirnya aku hanya bisa terdiam.


Sore ini, saat aku hendak membuatkan minuman, aku terhenyak......tidak ada lagi orang yang akan ku buatkan minumnya, sore ini aku sholat seorang diri tidak kutemui engkau berdiri disana sebagai imamku.....saat itu aku benar - benar merasa seorang diri.....


suamiku.......

ini hari pertama kau jauh dariku, tidak aku temui lagi candamu menemani ku tidur, tidak ada lagi telingamu untuk ku sentuh. aku sungguh merasa kosong. abang, tahukah abang betapa aku benar - benar kehilangan abang.




Jakarta,

23 April 2010

ditengah kesendirianku merindukanmu

Wednesday, March 17, 2010

Dibawah LangituMu


By : OPICK


Di Bawah Langitmu
Bersujud Semua
Memuji Memuja Asmamu
Dan Bertasbih Semua

Makhlukmu Tunduk
Mengharap Cinta Dan Kasihmu

Cahaya Ilahi
Hangatnya Di Hati
Di Langkah Sejuta Wajah
Terbata Penuh Salah
Jalani Sang Hidup
Terluka Terhempas Berdosa

Hitam Putih Jalan Hidup
Pahit Getir Warna Dunia
Tangis Tawa Rasa Hati
Terluka Atau Bahagia
Rasa Bangga Sementara
Setiap Duka Tak Abadi
Semuanya Wajah Kan Dipuji
Pada Allah Kita Kan Kembali



Rabbi....betapa aku merasa begitu jauh denganMu....Aku rindu Ya Rab!!! rindu bercengkrama denganMu ditengah gelap malam. aku rindu menangis mengadukan semua luka yang kuperoleh kepadaMu wahai Illah.....Ya Rabbi beberapa bulan ini begitu berat hidup yang kurasakan, kehilangan....luka....pedih....semua terasa begitu menyiksa ku. aku rapuh Ya Rabb!!! aku gundah....hampa...dan merasa benar - benar kosong. Rabbi aku lupa, bahwa segala yang hidup itu pastilah akan mati. segala yang kita peroleh pasti akan hilang. Rabbi......Rangkul aku!! aku haus akan kasih sayang Mu....Aku haus bercinta denganMu wahai Robbul Izzati....

Wednesday, March 10, 2010

Lelaki Biasa itu adalah Suamiku



Dulu banyak orang tidak menyetujui hubunganku dengan suamiku.....sahabat...teman - teman....bahkan tidak jarang dari mereka semua yang menyebutku " Bodoh..." karna masih mau memaafkan nya dan menerimanya kembali. saat itu aku hanya percaya pada hatiku.... dan disaat aku memutuskan untuk menerima lamaran suamiku.....sahabat dan teman - temanku pun semakin menggila....banyak yang berkomentar pedas....bahkan ada meramalkan bahwa pernikahanku tidak akan berlangsung bahagia.... mereka semua bilang bahwa suamiku terlalu biasa untuk diriku yang cerdas.....baik hati.... suamiku terlalu jahat untuk aku yang lembut....lugu....tulus!!! entahlah itu semua menurut pendapat mereka....namun sekali lagi aku hanya percaya pada hatiku. suamiku bukan lah seorang laki - laki yang terlahir sebagai orang suci, dia memiliki begitu banyak kesalahan - kesalahan di masa lalu nya. aku menyadari itu......tapi entah mengapa sekali lagi aku percaya pada hatiku.

dan pada akhirnya kami menikah dan aku lalu hamil.... hari - hari yang kulalui begitu indah. Laki - laki yang mereka semua bilang " Brengsek....dan terlalu biasa untukku itu..." perlahan - lahan berubah. dia memiliki seribu kesabaran dalam menghadapi emosiku yang turun naik.....dia memiliki seribu belaian untuk mengusap punggungku yang terkadang terasa nyeri......dia punya berpuluh - puluh ribu doa untuk anak kami....yang selalu dipanjatkannya diatas perutku setiap aku hendak tidur.

dan akhirnya peristiwa itu terjadi......aku sakit!!!! hingga harus dirawat dirumah sakit...dia dengan setia menemani ku. tidur beralaskan lantai!! aku tau dia begitu lelah saat itu, namun tidak sedikitpun dia pernah mengeluh kepadaku.... dia dengan sabar merawatku....memandikan aku!!! aku menangis ketika itu.....terbayang betapa aku tidak pernah mengurusnya. Semenjak hamil dia lah yang terus menerus mengurusi aku...menyiapkan air mandiku....melap tubuh buntalku. menyisir rambutku. Hingga akhirnya aku harus masuk ke ruang ICU dan anak kami pada akhirnya meninggal dalam kandunganku. Tidak satu tetes pun air mata dia perlihatkan padaku. aku marah...aku kecewa. hatiku bertanya " mengapa dia begitu tidak peduli pada anak kami, hingga saat anak kami meninggal tidak setetespun dia menangisi kepergian putra pertama kami" aku marah.....!!! rasa itu terus kupendam sampai akhirnya ibuku bercerita padaku.... betapa panjang sujudnyaaaa ketika dia sholat selama aku berada di ruang ICU. betapa lelah dia yang tak sekalipun pulang ke rumah untuk beristirahat dei menjagaku. dan betapa dia menahan haus dan laparnya demi berpuasa untuk kesembuhanku. Tuhan......aku menangis sejadi - jadinya dalam sujudku!!!! Inikah laki - laki yang orang - orang bilang terlalu biasa untukku??? inikah laki - laki yang semua sahabat ku bilang " brengsek"???

hari itu diakhir dari sujudku aku berdoa yang terbaik untuknya......aku memohon ampun kepada tuhan karna merasa semua yang aku terima darinya sungguh sangat luar biasa.....cinta nya.....pengorbanannya untukku.....bahkan hingga hari ini saat ku tatap wajah lelahnya sepulang bekerja, rasanya saat itu juga aku ingin menangis dan memeluknya. rasanya ingin mulutku terus berkata " terima kasih abang.......untuk semua yang telah abang berikan buat aku!! terima kasih untuk semua cinta yang tidak kudapatkan dari laki - laki lain...bahkan dari laki laki terkaya di dunia sekalipun"

Hari ini bila semua sahabat - sahabatku membaca cerita ini, aku ingin kalian semua tau bahwa kalian salah besar. Laki Laki yang bernama ROBY CAPRIADI yang kalain anggap terlalu biasa untukku.....adalah laki - laki biasa dengan cinta yang Luar Biasa...... ayah dari anakku. Saat ini kalau lah anakku hidup , dia pasti bangga memiliki ayah seperti suamiku!!!

Abang..... Semoga Tuhan Memelihara kita hingga nanti sang Maut Memisahkan
I Love You with all my heart and soul


Jakarta, 11 Maret 2010