tak terasa....8 hari lagi pernikahan ku akan terjadi. semakin dekat, semakin depress yang kurasakan. Mulai dari rasa lelah fisik karna mengurus segala sesuatunya sendiri, hingga lelah bathin menerimasemuaperlakuan bibi - bibi ku yang seolah ga mau perduli dengan peristiwa besarku.
Well...aku percaya, Allah lah sebaik - baiknya tempat meminta bantuan. aku percaya tanpa mereka pun aku bisa melakukan semuanya. Aku percaya Allah tidak akan menelantarkan aku. belum lagi menghadapi keluarga calon suamiku yang juga tampak acuh terhadap peristiwa besar kami. sedih sih.... tapi sudahlah! tidak ada kebaikan dengan hanya mengeluh ataupun memendam rasa benci. Mungkin ini adalah cara tuhan untuk menguji kesabaran dan keikhlasanku. dan insyallah aku akan bersabar dan ikhlas menerima semua ini.
Aku hanya kasihan pada mama.Aku yakin semua orang tua di dunia ini pasti menginginkan anak gadis satu satunya mendapatkan jodoh yang baik dari keluarga yang mapan dan terpelajar. Tapi ini lah jodohku, sungguh andaikan aku bisa memilih, aku pasti ingin seorang suami yang dewasa, mapan bagaikan pangeran dalam cerita dongeng. dan aku yakin kalaupun bisa memilih calon suamiku pasti menginginkan hal yang sama.
Tapi this is real life. Tidak bisa kalau kita menginginkan semua berjalan selalu seperti kehendak kita. Ada Tuhan Zat yang Maha tinggi, yang memiliki kekuasaan penuh atas diri kita.
Aku tau diluar sana banyak omongan miring yang menilai hubunganku dengan calon suamiku,mulai dari rasa kasihan karna ada anggapan calon suamiku pantas mendapatkan istri yang jauh lebih cantik dan seksi daripada aku. seorang gadis gendut yang teramat sangat biasa dan sangat jauh dari nilai istimewa. atau mungkin omongan miring yang menyebutkan bahwa calon suamiku memanfaatkan aku, menikahiku karna hutang budi. dan masih banyak omongan miring lainnya.
lumayan terluka...itulah perasaanku. Merasa betapa diremehkannya aku. But well...itukan hanya pendapat dari kepala - kepala kotor mereka, mereka yang mungkin merasa iri melihat wanita dengan postur tubuh tidak sempurna seperti aku bisa memiliki suami yang sangat menyayangiku,tampan pula. sedangkan mereka,sudah berapa biaya yang mereka keluarkan untuk memoles lahiriah mereka dengan make up, namun tidak juga dicintai.
Menyadari hal itu, akupun dengan segera tersenyum. Aku percaya everything happen for a reason pastinyaa. as like neyna often said to me. Aku yakin dibalik semuanya luka dan derita yang sedang ku rasakan, Tuhan sedang merajut kasih - kasih dengan benang - benangnya yang indah, untuk di berikan padaku kelak.Yah...saat aku telah tertempa dan siap menikmati semua berkah itu.
Untuk lelaki surgaku, jangan menyerah ya bang!!! biarlah mereka bicara buruk tentang kita, percayalah yang kita lakukan sudah benar. Allah akan selalu menjaga kita. Singkirkan semua muram dari wajah tampan mu itu. senyumlah bang....karna bagaimana dan apapun keadaan abang, insyallah icha siap. Asalkan ada abang disamping icha,insyallah perih dan sakitpun tidak akan mengurangi bakti icha kepada abang
~* Si Gadis Embun *~
Jakarta 3 Juni 2009