Sunday, November 30, 2008
Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan
Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.
Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu.
Aku takkan menikah lagi."
Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, "Aku memutuskan untuk encintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."
Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati... terkembang dalam kata... terurai dalam perbuatan...
Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya.
Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan
dan tidak nyata...
Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon;
akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan.
Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh perbuatan.
Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa
integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.
Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati disini
adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang
dilahirkan oleh perasaan cinta itu. Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti.
Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka
perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.**
Jakarta, 01 Des 2008
Digerimis awal bulan desember
Tuesday, November 25, 2008
allah......maha menatap
Allah tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
Allah sudah menghitung airmatamu.
Ketika amarah sudah sulit sekali untuk kau tahan...
Allah tetap menjagamu hingga tidak menjadi angkara.
Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk dihubungi...
Allah selalu berada disampingmu.
Ketika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...
Allah sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika kau merasa bahwa kebahagiaan dan kasih sayang sulit untuk didapatkan...
Allah telah memberikan kasih sayangNYA yang tidak pernah kau duga
Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...
Allah punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
Allah dapat menenangkanmu
Ketika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
Allah sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur...
Allah telah memberkatimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
Allah telah tersenyum padamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
Allah sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap...
ALLAH MAHA TAHU dan Selalu Menatapmu
Mengapa begitu sombongnya kita, yang selalu ditatapNya,
untuk tidak menghadap kepadaNYA,...
untuk tidak berbicara kepadaNYA,...
untuk tidak tersenyum kepadaNYA....
Monday, November 24, 2008
untuk sang calon istri..........
"Wahai puteriku sayang, tak lama lagi kau akan keluar meninggalkan ayunan tempat kau ditimang dulu, dan berpindah ke atas ranjang yang belum pernah kau lihat sebelumnya. Kau akan hidup bersama seorang kawan yang belum pernah kau kenal sebelumnya. Oleh karena itu, jadilah bumi tempat ia berpijak, maka ia akan menjadi langit yang menaungimu. Jadikanlah dirimu tempat sandaran baginya, maka ia akan menjadi tiang yang meneguhkanmu. Jadilah pelayan baginya, ia akan menjadi abdi bagimu. Jangan kau merepotkannya sehingga ia merasa kesal. Dan jangan terlalu jauh darinya sehingga ia lupa akan dirimu. Jika ia mendekatimu, maka dekatilah. Jika ia berpaling, maka menjauhlah. Peliharalah pandangannya, pendengarannya dan penciumannya. Jangan sampai ia memandang sesuatu yang buruk darimu. Dan jangan sampai ia mendengar kata-kata kasar darimu. Dan jangan sampai ia mencium bau yang tak sedap darimu. Jadikanlah setiap apa yang ia lihat adalah wajahmu yang cantik berseri-seri. Jadikanlah setiap apa yang ia dengar adalah ucapanmu yang santun dan lembut. Jadikanlah setiap apa yang ia cium adalah aroma wangi tubuh dan pakaianmu."
"Ayahmu dulu berpesan kepada ibumu: Maafkanlah segala kesalahan dan kehilafanku, niscaya cinta kita akan terus bersemi. Ketika aku marah, janganlah kau memancing lagi amarahku. Karena benci dan cinta takkan pernah bersatu. Saat benci datang, cinta pun kan berlalu."
Demikian isi pesan tersebut. Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan bahan renungan untuk para calon istri yang akan memasuki sebuah kehidupan baru. Kehidupan yang mengakhiri masa lajang penuh penantian yang melelahkan.
cantik itu
tinggi- langsing, berkulit halus-lembut, dan memiliki wajah seindah
purnama. Persis seperti model iklan kosmetika di televisi. Berjuta-
juta perempuan dengan wajah pas-pasan iri dan tergoda mencoba
kosmetika tersebut. Apalagi narasi iklan sering menggambarkan begitu
banyaknya laki-laki tampan tertarik padanya. Secara tak langsung
iklan tersebut berkampanye; seperti inilah perempuan idaman laki-laki.
Kebanyakan orang menilai cantik tidaknya perempuan hanya dari fisik
semata. Dan beruntunglah mereka yang dianugerahi rupa seindah
mutiara. Tapi, bagaimana dengan mereka yang punya jasmani pas-pasan?
Betapapun mereka sudah menggunakan kosmetik mahal, sulit menandingi
perempuan yang sejak lahir sudah cantik.
Ada
cara yang mudah dan murah untuk membuat perempuan cantik, meskipun
secara fisik mereka kurang menarik. Yang pertama kali harus dilakukan
adalah mendefinisikan kembali makna cantik tersebut. Cantik bukan
masalah fisik semata. Kecantikan sejati juga bisa diraih dengan
memaknakan kecantikan sebagai berikut:
1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan
mata kaum laki-laki.
Seorang perempuan yang menghias jasmaninya dengan iman da taqwa akan
memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah, ia
akan memesona. Yang kuasa akan memberikannya kecantikan abadi, magnet
alami. Tak perlu kosmetik, parfum atau penampilan berlebih, laki-laki
akan tertarik padanya.
2. Kecantikan perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu
menggetarkan sensifitas dan kecintaan pria
Secara umum laki-laki memang responsif terhadap perempuan yang bagus
fisiknya. Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa membuat laki-laki
bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang
akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya. Tak bisa
melupakannya.
3. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya
Kelembutan bukan berarti lembek dan manja. Kelembutan seperti roti.
Meskipun sedikit, tapi mengenyangkan. Dari toko roti manapun roti
berasal, ia tetap lembut. Jadi perempuan dari suku manapun bisa tetap
lembut, pada pasangannya, pada anak-anaknya. Asalkan ia mau berusaha.
4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan
suaranya yang hangat.
Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki
mata embun. Teduh. Sejuk. Tak gampang emosi. Menyikapi tingkah laku
sekitarnya secara bijak. Ia selau berprasangka baik. Perkatannya
bukan pisau yang menikam. Perkataannya adalah bara yang menyalakan
semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.
5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah
kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya
Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi
berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi
jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh
orang-orang di sekitarnya
6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya
Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah
menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang
membuat si perempuan mejadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak
pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi
istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik.
Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan mejadi istri dan ibu
yang baik.
7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan
tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat
dan umat manusia
Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh
pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku
keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi
sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki
lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik
kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh di menemani. Menjadi
pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah
berjuang.
8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk
memberi.
Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati. Selalu memberi,
tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain
senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat
wajahnya bersinar. Membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya
biasa-biasa saja.
Mungkin masih banyak kecantikan lain yang tercecer. Tapi dengan
kecantikan-kecantik an ini, perempuan manapun bisa tampil memikat.
Mudah caranya, murah biayanya.
Satu hal yang paling penting, kecantikan-kecantik an ini sifatnya
abadi. Akan dikenang meskipun si perempuan telah tiada. Tidak seperti
kecantikan lahiriah yang sementara. Setelah tua, ketika senja
menyapa, ia tak menarik lagi. Manakah yang akan Anda pilih?
Kecantikan sementara atau kecantikan abadi?
Wednesday, November 19, 2008
puisi untuk suamiku
Senyummu adalah bahagiaku
Ceriamu adalah dambaku
Gelisahmu adalah kebimbanganku
Air matamu adalah kesedihanku
Kau pelipur lara dukaku
Kau pengiring suka citaku
Bersama kita dalam hari-hari keberkahan
Ikatan ini berawal dari hati atas nama cinta
Jalinan ini bermula dari rasa atas nama sayang
Pertautan ini berasal dari angan atas nama rindu
Sungguh ini adalah cinta, sayang, dan rindu..
Cinta, sayang, dan rindu atas nama pengabdian kepada Rabbul Izzati
Malam ini bintang bersinar cinta, bulan tersenyum sayang, angin mendesir rindu
Wahai bintang, bulan dan angin
Sampaikanlah salam cinta, sayang, dan rinduku kepadanya
“Sungguh Aku Sangat mencintaimu karena Allah”
puisi pernikahanku
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru [di jalan]-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.
Ya Allah…
Abadikan kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Mudammad SAW, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya.
Ya Allah…
Hari ini dua hamba-Mu yang dhaif mematri janji dalam Mitsaqan Ghaliza di hadapan kebesaran-Mu. Kami tahu tidak mudah untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridha dan maghfirah-Mu. Kami tahu, amat berat bagi kami untuk mengayuh perahu rumah tangga kami menghadapi taufan godaan di hadapan kami. Karena itulah, kami datang memohon rahman dan rahim-Mu.
Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang lebih Engkau anugerahi kenikmatan, bukan-nya jalan orang-orang yang Engkau timpai kemurkaan, bukan pula jalan orang-orang yang Engkau tenggelam dalam kesesatan. Sinarilah hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu.
Terangilah jalan kami dengan sinar taufik-Mu. Kalau Engkau berkenan menganugerahkan nikmat-Mu atas kami, bantulah kami untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas nikmat-Mu itu. Hindari kami dari orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia. Lembutkan hati kami untuk merasakan curahan rahmat-Mu.
Ya Allah…
Indahkanlah rumah kami dengan kalimat-kalimat-Mu yang suci. Suburkanlah kami dengan keturunan yang membesarkan asma-Mu. Penuhi kami dengan amal shaleh yang Engkau ridhai. Jadikan mereka Yaa…Allah teladan yang baik bagi manusia.
Ya Allah…
Damaikanlah pertengkaran di antara kami, pertautkan hati kami, dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada cahaya. Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak dan tersembunyi.
Ya Allah…
Berkatilah pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, suami/isteri kami, keturunan kami dan ampunilah kami.
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Amiin…
Kami yang berbahagia,
Icha & ......
kasih.....
Takut-takut aku berjalan sendiri
Sinar mentari segelap mendung kelabu
Biru nan panjang jalan di belakang
Tak Kau biarkan jiwa mengering sunyi
Berarak-arak awan siratkan pelangi
Kupu-kupu menari mengurai jerat rindu
Tanah berembun basahkan kaki
Wahai kekasih nan permai
Tengoklah rajutan masa yang lurus nan membentang
Jalan ke depan tak lagi bergelombang
Menjingkat kaki, melangkah menggapai terang
Sesal tak berujung bahagia
Sejati hidup hempaskan segala ragu
Wangi melati mengikat janji
Kilau cahaya langit terangkan sukma
untuk suamiku kelak....
Pernikahan atau perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.
Istri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah,
Apalagi secantik Zulaikha.
Justru Istrimu hanyalah wanita akhir jaman,
Yang punya cita-cita,Menjadi Sholehah….
Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Istri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Istri adalah murid, Kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya.
Saat Istri menjadi madu, Kamulah penawar bisanya,
Seandainya istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.
Pernikahan atau perkawinan,
Mengisyafkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dari ridho Allah SWT.
Karena memiliki istri yang tidak sehebat mana,
Justru ……Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Rasullulah,
Pun bukan pula sayyidina Ali Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman,Yang berusaha menjadi soleh…Amin.
Pada Saatnya.....
Pada Saatnya,
Ketika musim berganti
Dan gugusan mendung yang ranum
Menitikkan tetes hujan pertama
Biduk yang kukayuh akan merapat ke dermagamu
Menyibak kabut keraguan
Lalu mendamparkan hasrat yang hangat dibakar rindu
Pada Saatnya,
Di ujung perjalanan
Akan kubingkai binar matamu
Bersama gelegak gairah jiwaku
Menjadi lukisan indah di lekuk cakrawala
Dalam leleh cahaya bulan melumuri langit
ditingkah semilir angin laut dan tarian ombak
membelai lembut kristal pasir pantai
Pada Saatnya,
Akan kubuatmu terjaga dari lelap tidur
lalu bersama merajut impian yang tak segera usai,
Dalam genangan cinta dipalung kalbu
Dan getar cumbu tak berkesudahan
* Jakarta, 19 November 2008
Dikutip dari Blog seorang teman....
Tuesday, November 11, 2008
its happy daayyyy......
Dear Diary,
Hari ini cuma hari biasakan yah. tanggalnya juga ga punya arti apa - apa. ini tanggal 12 di bulan kesebelas seperti biasa. tapi hari ini roby telp ke kantor. dia tanya icha udah makan apa belum. kenapa tiba - tiba icha ngerasa pertanyaan nya itu spesial banget.
Diary,
icha seneng sekali. seumur- umur bisa dihitung berapa kali roby nelpon icha kalo siang - siang. waaahhh....icha jadi semangat ngejalanin hari ini. diary.....walau pun cuma nelpon cuma nanya udah makan belum. tapi it really mean so much for me
Jakarta, 12 November 2008
ditulis saat panas dimusim hujan
Wednesday, October 29, 2008
Tentang Kehilangan, Tentang Pengorbanan
Yang terbang diatas awan senja merah saga
Dan menyisakan ngilu menikam didada
Dalam derap waktu yang bergegas
Agar segera kubaluri hatimu
Dengan sejuk bening embun
Dan tulus cintaku
Ceritakan padaku tentang perihnya sebuah pengorbanan
Yang membakar habis segenap asamu
Dan meninggalkan sepotong lara mengendap di dasar kalbu
Agar kubuatkan untukmu
Rumah diatas awan
tepat dipuncak larik pelangi
Yang kubangun dari setiap desir rindu dan
Khayalan merangkai impian bersamamu
Dari bilik hatiku, yang senantiasa percaya
Kebahagiaan kita adalah
keniscayaan tak terlerai
Tuesday, October 28, 2008
aku memilihmu.......
Untuk menemani di kala siang tak bermentari
Saat malam tak berbintang
Agar dapat terangiku dengan senyuman
Aku memilihmu…
Saat terik sinar menyengat dan membakar
Ketika bulan sabit atau purnama
Untuk temaniku menyusuri dunia
Aku memilihmu…
Dengan hati yang tak memilih waktu
Sepenuh cinta tanpa masa
Semenjak harap masih mendengung hampa
cerpen
hari ini jakarta mendung lagi......seperti biasa adis menghabiskan hari - harinya dikantor melakukan pekerjaannya sebagai sekretaris dadakan. siang itu seperti biasa pula, awan menggantung di akhir oktober....hujan tidak... panas pun tidak. adis melenguh....."fiuuuhhh...." belakangan ini hari - hari terasa lebih berat untuk adis. masalah dengan orang tuanya yang tak kunjung usai, serta memikirkan biaya sekolah untuk ketiga adik lelakinya yang sebentar lagi akan masuk kebangku perkuliahan. yah... hidup memang tidak adil bagi adis. Seorang gadis muda yang cantik, pandai, namun tidak memiliki kesempatan unutk mengembangkan diri. jangankan kuliah.... bisa tamat sekolah menegah atas saja dia sudah sangat bersyukur. sementara diluar sana banyak sekali gadis - gadis muda yang dapat dengan mudah melanjutkan pendidikan hingga keperguruan tinggi namun tidak benar - benar memanfaatkan kesempatan itu.
" dis.....tolong atur meeting dengan pak kuncoro besok jam 3 sore " adis berhenti sebentar mendengarkan perintah dari Denis atasannya, seorang pengusaha muda yang bisa dibilang memiliki segalanya dalam hidup. laki-laki yang berasal dari kaum socialite kelas atas. seorang laki laki yang gemar berganti - ganti teman kencan, yang sepanjang hidupnya tidak perlu bersusah payah untuk mencari uang, karna memang seluruh keluarganya tujuh turunan adalah orang kaya. " baik pak...." jawab adis, gadis hitam manis ini lalu menuliskan jadwal meeting tersebut diagendanya.
Tuesday, October 21, 2008
a cup of hot chocolate
a cup of hot chocolate, makes me feel more relax.
make me thingking about everythings that happen in my small life
about love, familly, friends....
this chocolate makes me wanna cry
Thursday, October 16, 2008
Doa Pernikahanku kelak....
Ya Rabb.... kalau memang ternyata dia adalah jodohku
maka tautkanlah hati ka mi berdua dalam kekalnya cintaMu
berikan kedewasaan padaku agar aku bisa memahami segala kekurangan - kekurangannya
berikan kesabaran padaku agar aku bisa senantiasa berada disinya untu mendengarkan semua lelah dan penat yang dia rasakan
berikan aku kesehatan, agar aku bisa terus melayaninya semampuku
menyiapkan makanan untuknya, memijitnya dikala ia begitu lelah menghadapi hidup
Ya Rabb...
jauhkan aku dari sakit, karna sungguh aku tidak mau membuatnya sedih dan repot
Jauhkan aku dari emosi dan amarah, karna sungguh aku tidak ingin melukai hatinya dengan lidahku
Jauhkan aku dari cemburu karna aku hanya ingin dia tau bahwa aku percaya padanya
Ya Allah.... saat nanti kami benar - benar menikah
berikan kami keturunan yang baik, izinkan kami terus mengucapkan dzikir kepadamu bahkan disaat malam pertama kami
karna sungguh ya Rabb... aku hanya ingin segala yang terbaik dariku untuknya
Ya Allah.....
jika kelak kami menikah, berikan dia kesabaran menghadapiku, karna biar bagaimanapun aku adalah seorang wanita....aku suka menangisi hal - hal kecil...namun yakinkan dia ya Rabb.. bila aku menangis, tidak berarti aku tidak bahagia dengannya melainkan itu adalah luapan kebahagianku.... luapan kelembutan hatiku...luapan rasa kasih dan cintaku kepadanya
Ya Rabbi.....
Berikan pula ia kesehatan... agar kelak saat aku terjatuh sakit
aku bisa bersandar di bahunya yang kekar... dan aku yakin aku pasti bisa sembuh
berikan ia rezeki yang halal... agar anak - anak kami kelak menjadi hamba - hamba kecilmu yang shalih
Ya Rabb....terima kasih untuk semuanya, dengarkan doaku ya Rabb...dan Kabulkanlah, AMIEN!!!
* Doaku untuk Pernikahanku kelak
Monday, October 13, 2008
Berita Buruk....
Jakarta 14 oktober 2008
sampai dikantor......dengan malas kubuka kantung HP. satu persatu sms yang masuk aku baca.
tiba pada saat aku membuka HP CDMA ku, aku terbingung - bingung karna ada nama " mama mertua" di list panggilan tak terjawab. spontan aku langsung menelpon balik.
pagi itu....awan masih menggantung...walau matahari sedikit - sedikit mulai terjaga dari tidurnya
hari itu aku mendapat kabar bahwa papanya roby masuk rumah sakit, beliau didiagnosa terkena penyakit prostat. aku langsung teringat akan almarhum kakek dari papaku. penyakit yang sama....aku hanya berharap nasib keduanya berbeda.
Aku berfikir....Tuhan..... kasihan roby
dia pasti sedih, bingung, bercampur aduk. aku berusaha untuk menempatkan diriku pada posisinya. bagaimana jika yang sakit adalah papa aku??? pasti aku akan hancur, sedih, bingung
Tuhan.... aku tidak melarang jika memang engkaulah yang memberi sakit itu.... hanya saja berikanlah yang terbaik untuk beliau, amien
* semoga papa cepat sembuh
Thursday, October 9, 2008
Kunang - Kunang....
Dalam gelap aku terbang,
dalam gelap aku terang.
Dan jadilah kau senja.
Karena gelap kau ada,
karena gelap kau indah.
Aku hanyalah kunang-kunang
dan engkau hanyalah senja.
Saat gelap kita berbagi. Saat gelap kita abadi
Taken from LOVE by MOAMAR EMKA
Love.....
Cinta yang tak terlihat oleh mata,
tak teraba oleh tangan...
tapi dia ada sejak kita bahkan belum bisa mengucapkannya..."
Cinta yang ketika kita kira sudah pergi,
ternyata cuma bersembunyi,
menunggu untuk kembali lagi.
Cinta yang ternyata tidak buta karena dia selamanya akan menuntun aku, menuntun kamu, menuntun kita."
taken from LOVE by MOAMAR EMKA
Pagi yang Hitam dan Kelabu
bapaknya bian mantan pacarnya inan meninggal.
innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
yang aku denger bapaknya kena kanker usus.
aku berdoa semoga bagi keluarga yang ditinggalkan dapat sabar dan tetap tegar.
duh aku jadi inget waktu nenek meninggal
rasanya hancuuur sekali.....
trus tiba- tiba terbayang, bagaimana kalo aku yang berada di posisi itu....
huuuu.....aku langsung nangis!!! dasar icha cengeng!!!!
ya allah... berkahi orang tua ku dengan kebahagiaan dan kesehatan.
karna aku benar - benar belom siap untuk kehilangan mereka.
* @ office 10/10/08
ditulis saat rasa rinduku kepada nenek begitu kuat..... (~_~)
Wednesday, October 8, 2008
kangen....
baca blognya teh nita... tentang kehidupannya dengan sang suami tercinta, diiringi lagu jadul tahun 70 an
tiba - tiba icha jadi inget roby..... trus ga berasa air mata netes. tangisan untuk apa yaaaaa???? lalu aku coba untuk menelaah hati. ya tuhan kenapa tiba- tiba aku begitu merindukan kehadiranya disisiku. tiba- tiba terbayang semua pengorbanan yang telah dia berikan untukku.... air mataku semakin deras....
abang..... terima kasih buat semuanya....
terima kasih untuk diam di saat emosi ku memuncak....
terima kasih untuk semua waktu yang abang udah sediakan untuk icha
terima kasih.... untuk selalu menemani icha walau cha tau kadang abang cape....
tapi abang selalu rela dateng ke rumah icha padahal jarak kuningan - tanjung priok ga deket.
abang..... makasih buat kesabaran, pembelajaran, dan semuanya!!!!
icha percaya dan yakin, selama abang ada disi icha " everything is gonna be okay "
I love you beib..... now and always.
ditulis saat rasa kangen tiba- tiba singgah.......
Monday, October 6, 2008
cintaku padamu
adalah kerinduan waktu
memeluk bisu di batu-batu
saat gerimis jatuh
Cintamu padaku
adalah ketabahan matahari
tatkala menumbuhkan mawar
di nadi sunyi
Cintamu padaku
adalah keindahan purnama
kala meneteskan cahaya
pada lara
Cinta tanpa musim itu
memberi nafas dan sayap
pada beribu puisi abadi
tentang kita
Pernahkah kusampaikan padamu, Mas?
cinta itu apa???
Thursday, August 14, 2008
my last day in singapore for this year
i think i'm gonna miss my day here. miss my friends, siti, maryana, emi, cik kam, isk, pak mat, semuanyaaaaa.
hiks... kok tiba - tiba berasa sedih yah harus pulang ke jakarta!!!
aku benar - benar diberkahi. diberikan tempat tinggal yang nyaman, orang - orang yang sangat baik dan tulus menyayangiku. entahlah....aku benar benar penuh akan rasa syukur. Allah benar benar menjagaku dinegara ini.
andai saja nenekku masih hidup, dia pasti senang. aku telah mewujudkan impiannya. bukan cuma 1 kali bahkan 3 kali.
nenek.....kalau aja nenek masih hidup, icha mau nenek lihat icha sekarang.
hiks.... jadi sedih!!!!
i love you granny
* Singapore, 15 August 2008
ditulis saat hati sedang bercampur aduk
Monday, August 11, 2008
Menarik !Perpisahan, sebagaimana kematian, adalah hal yang paling dihindarimanusia. Padahal sama seperti pertemuan dan kelahiran, kedua sisi itumelengkapi bagai dua muka dalam satu koin. Hadir sepaket tanpa bisadipisah. Seberapa lama jatah kita hidup, kita tidak pernah tahu. Yangjelas, kita selalu berjuang setengah mati untuk bisa menerima mati. Saya sempat termenung melihat salah satu adegan dalam film "Earth" dimana seekor kijang berlari sekuat tenaganya hingga pada satu titik dia begitu berpasrah saat digigit oleh harimau, menghadapi kematiannyadengan alami. Adegan yang tadinya begitu mencekam akhirnya bisaberubahindah saat kita mampu mengapresiasi kepasrahan sang kijang terhadapkekuatan yang lebih besar darinya. Persis bagaikan kijang yangberlari,manusia dengan segala macam cara juga menghindari kematian.
Orang yang sudah tidak berfungsi pun masih ditopang oleh segala macam mesin agarbisa hidup. Perpisahan tak terkecuali. Kita pasti akan berjuanghabis-habisan untuk bertahan terlebih dahulu. Namun, sebagaimana kijang yang akhirnya berlutut pasrah, sekeras-kerasnya kita menolak kematiandan perpisahan, setiap makhluk bisa merasakan jika ajal siapmenjemput,jika ucapan selamat tinggal siap terlontar. Dan pada titik itu, segala perjuangan berhenti. Dalam semua hubungan, kita bisa saja menemukan 1001 alasan yang kitaanggap sebab sebuah perpisahan. Namun saya percaya, penyebab yang paling mendasar selalu sederhana dan alami: memang sudah waktunya.
Hidup punya masa kadaluarsa, hubungan pun sama. Jika tidak, semua orang tidak akan pernah mati dan semua orang tidak pernah ganti pacar dari pacar pertamanya. Kita bisa bilang, putusnya hubungan A karena diaselingkuh, karena bosan, karena ketemu orang lain yang lebih menarik, belumjodoh, dan masih banyak lagi. Padahal intinya satu, jika memang sudah waktunya, perpisahan akan menjemput secara alamiah bagaikan ajal. Bungkus dan caranya bermacam-macam, tapi kekuatan yang menggerakkannya satu dan serupa.
Tentu dalam prosesnya kita berontak, protes, menyalahkan ini-itu, dan seterusnya. Namun hanya dengan terus berproses dalamalirankehidupan, kita baru menyadari hikmah di baliknya.Jadi, semua faktor yang selama ini diabsahkan orang-orang sebagai penyebab perpisahan (orang ketiga, KDRT, tidak dinafkahi, dan lain-lain)menurut saya sebenarnya adalah gejala yang terlihat, bukan penyebab. Sama halnya batuk sebagai gejala penyakit flu. Batuk bukan penyebab,tapi gejala penyakit yang terlihat. Kita sendiri tidak bisa melihatvirusnya, cuma merasakan akibatnya, yakni batuk atau beringus. Tapi seringkali kita tertukar memilah mana efek dan mana sebab, hanyakarenaefek yang terlihat lebih mudah dijelaskan.
Alasan sesederhana "memang sudah waktunya" dirasa abstrak, teoritis, filosofis, dan mengada-ada.September 2006 adalah momen penyadaran saya dengan Marcell, saat kamimerasa bahwa hubungan kami sudah kadaluarsa. Susah sekali kalau disuruh menjelaskan: kok bisa tahu? Tapi kami sama-sama merasakan hal yang sama.Dan pada saat itulah kami memutuskan untuk belajar berpisah, saling melepaskan. Jadi, masalah intinya bukan memaafkan dan memaklumi efekapayang terlihat, tapi menerima bahwa inilah adanya. Hubungan yangkadaluarsa. Perkembangan yang akhirnya membawa kami ke titikperpisahan.Dan, untuk sampai pada penerimaan ini, dua tahun saya jalani denganberbagai macam cara: meditasi, penyembuhan diri, dan sebagainya,hinggakami bisa saling melepaskan dengan lapang dada, dengan baik-baik,denganpengertian, dengan kesadaran.
Memaafkan bagi saya adalah menerima. Menerima kondisi kami apa adanya.Segala penyebab mengapa sebuah kondisi tercipta, barangkali kita cumabisa tahu sekian persennya aja. Tidak mungkin diketahui semua. Apalagi dimengerti. Sama halnya saya tidak tahu persis kenapa dulu bisabertemudengan Marcell, menikah, dan seterusnya. Fate, atau destiny, menjadi cara manusia menjelaskan apa yang tidak bisa dijelaskan. Perpisahanpunsama hukumnya. Meski sepertinya keputusan berpisah ada "di tangankita",tapi ada sesuatu kekuatan yang tidak bisa dijelaskan, hanya bisadirasakan.Namun seringkali konsep "memaafkan" yang kita kehendaki adalah kemampuanuntuk mengembalikan situasi ke saat sebelum ada masalah. Alias rujuk lagi seperti dulu. Dan keinginan kami untuk berpisah dianggap sebagai ketidakmampuan kami untuk saling memaafkan.
Menurut saya, pemaafan yang sejati hanya bisa diukur oleh masing-masing pribadi, di dalam hatinyasendiri. Dan bagi kami, dalam masalah ini, "memaafkan" tidaklahidentikdengan "pengembalian situasi ke kondisi semula". Dalam proses pemaafan ini, kami pun bertumbuh. Dan di sinilah saya menyadari, juga Marcell,dinamika kami sebagai suami-istri lebih baik disudahi sampai di sini.Kami menemukan wadah yang lebih kondusif untuk menopang dinamika kamisebagai dua manusia, yakni sahabat tanpa wadah pernikahan.Lantas, orang-orang pun berargumen: semua suami-istri juga padaujungnyajadi sahabat! Mungkin iya. Mungkin juga tidak. Bahkan ada suami-istriyang menjadi musuh bagi satu sama lain meski mereka tetap menikah.Ketika sepasang suami-istri menjadi sahabat, mereka tentu bisamerasakanwadah apa yang paling tepat untuk menopang dinamika mereka. Jika pernikahan masih dirasakan sebagai wadah yang pas, maka mereka akanmeneruskan persahabatan dalam cangkang pernikahan. Evolusi saya danMarcell ada di kompartemen yang lain lagi. Cangkang pernikahan tidak lagi kami rasakan sebagai wadah yang "pas". Jika dijalankan pun, cuma jadi kompensasi sosial yang alasannya bukan lagi kebahagiaan kami,melainkan kebahagiaan masyarakat, keluarga, sahabat, dan seterusnya. Satu opsi yang menurut saya sangat tidak sehat, membunuh pelan-pelan,dan kepalsuan berkepanjangan.
Lantas, bagaimana dengan Keenan? Apakah kebahagiaannya juga tidak kami perhitungkan? Analogi yang barangkali bisa membantu menggambarkan ini adalah petunjuk emergensi di pesawat. Dulu, saya sering bingung,kenapaorang tua disuruh memakai masker oksigen duluan sebelum anaknya.Sekarang saya mengerti, dan setidaknya ini adalah kebenaran bagi saya:kita tidak bisa membahagiakan orang lain sebelum kita sendiri bahagia.Satu buku yang sangat terkenal, "Celestine's Prophecy", juga bicarasoalini. Kita harus "penuh" dulu sebelum bisa "memenuhi" orang lain. Cintabukanlah dependensi, melainkan keutuhan yang dibagi.Saya menikah bukan karena Keenan, dan kalaupun saya bertahan menikah,seharusnya juga bukan karena Keenan. Karena kalau cuma karena Keenan,dengan demikian saya menaruh beban yang luar biasa besar dan bukanporsinya Keenan, bahkan saya menjadi seseorang yang tidakbertanggungjawab, dengan meletakkan fondasi pernikahan saya padaseoranganak. Ini barangkali bukan pandangan yang umum. Kita tahu betapa banyakorang di luar sana yang bicara bahwa anak harusnya menjadi pengikat,bahkan dasar. Bagi saya, Keenan bukan tali atau fondasi. Dia adalahbusur yang akan melesat sendiri satu saat nanti.
Kewajiban utama saya adalah menjadi manusia yang utuh agar saya bisa membagi keutuhan sayadengan dia. Dan keutuhan jiwa saya tidak saya letakkan dalampernikahan,tidak juga pada siapa-siapa, melainkan pada diri saya sendiri. Saya hanya bisa bahagia untuk diri saya sendiri. Kalau ada yang lain merasakecipratan, ya, syukur. Kalau tidak pun bukan urusan saya.Di dunia di mana seorang martir selalu memperoleh citra istimewa, apayang saya ungkap barangkali terdengar egois. Sama seperti narasi yangkerap digaungkan infotainment, yang berbicara soal kebahagiaan anakbernama Keenan dan "hatinya yang terkoyak karena keegoisanayah-bundanya" , seorang anak yang tidak mereka kenal sama sekali tapimereka berbicara seolah bisa menembus ke dalam hatinya. Padahal, kalau direnungi dalam-dalam, sesungguhnya kita tidak pernah berbuat sesuatuuntuk orang lain, meski kita berpikir demikian. Kita berbuat sesuatukarena itulah yang kita anggap benar bagi diri kita sendiri. Dankebenaran ini sangatlah relatif. Jika ada 6,5 miliar manusia di dunia,maka ada 6,5 miliar kebenaran dan ukuran kebahagiaan. Norma berubah,agama berubah, sains berubah, segalanya berubah dan tidak pernah sama.Kebahagiaan pun sesuatu yang hidup, berubah, dan tidak statis.Membahagiakan Keenan, keluarga, para penggemar, masyarakat, jugamenjadikeinginan saya. Tapi saya pun tidak bisa selamanya mencegah merekasemuadari ketidakbahagiaan. Karena apa? Seseorang berbahagia karena dirinyasendiri. Kebahagiaan bukan mekanisme eksternal, tapi internal.Ilustrasinya begini, dua orang sama-sama dikasih apel, yang satu bahagia karena memang suka apel, yang lain kecewa karena sukanya durian.Berarti bukan apelnya yang bisa bikin bahagia, tapi reaksi hati seseoranglahyang menentukan. Yang tidak suka apel baru bisa bahagia kalau akhirnya dia bisa menerima bahwa yang diberikan kepadanya adalah apel dan bukandurian-sebagaimana yang dia inginkan. Alias menerima kenyataan. Sayatidak bisa membuat siapa pun berbahagia, sekalipun saya ingin berpikirdemikian. Kenyatannya, hanya dirinya sendirilah yang bisa. Saya hanya bisa menolong dan memberikan apa yang orang tersebut butuhkan, SEJAUHyang saya bisa. Namun saya tidak memegang kendali apa pun ataskebahagiaa nnya.Seseorang lantas mampir ke blog ini dan bertanya: Tuhan seperti apa yang saya anut? Karena kasih Tuhan seharusnya mengingatkan saya untuk terus bersatu, sebab tidak ada Tuhan yang menyukai perpisahan. Bagi saya,Tuhan berada di luar ranah suka dan tak suka. Jika dunia ini berjalan hanya berdasarkan kesukaan Tuhan, dan Tuhan hanya suka yang baik-baik saja, mengapa kita dibiarkan hidup dengan peperangan, dengan air mata,dengan patah hati, dengan ketidakadilan, dengan kejahatan? Mengapa harus ada hitam bersanding dengan putih? Lantas, kalau ada orang yangkemudianberargumen bahwa bagian hitam bukan jatahnya Tuhan tapi Setan, maka jelas Tuhan yang demikian bukan Yang Maha Kuasa. Ia menjadi terbatas,kerdil, dan sempit. Bagi saya, Tuhan ada di atas hitam dan putih,sekaligus terjalin di dalam keduanya. Tidak ada yang bukan Tuhan. Ia tak mengenal konsep "kecuali".Selama beberapa hari terakhir
*** Diambil dari blog "d" yes..."d" I trully believe in faith ***
Tuesday, July 29, 2008
Trip To Singapore....
weks.... 2 mingggu!!!! ingin bersorak tapi malu. akhirnya cuma senyam senyum kecil.
nyokap dirumah denger kabar gw senengnya ampun ampunan. ternyata anaknya yang gembul ini
masih bisa berguna buat perusahaan. semua yang bakal gw jalanin bikin gw seneng plus deg - deg an.
yang bikin gw sedih cuma 1. Roby kayanya ga rela gw pergi.
ampe sekarang dia ga mau angkat telpon gw, dia ga bales 1 pun sms gw
sedih..... gw sedih banget. harusnya beberapa hari ini bisa sayang2an
malahan harus berantem dan cuek - cuekan gini.
ga tau deh.... yang penting.......
trip to Singapore......hehehehhe
singapore.....Here I come......
Jakarta, 29/07/08
*ditulis saat rasa sedih bercampur senang.....gimana yah rasanya????
Friday, July 25, 2008
Tuhan... Jawab aku!!!!
Tuhan.... cha bingung!!!
haruskah icha teruskan hubungan ini????
apakah perasaan ini cuma ego icha semata????
Tuhan.... cha cuma ingin disayangi...
dihargai......dimengerti....
apakah kelak aku bisa bahagia dengannya????
Tuhan tolong jawab....
karna cha udah bener - bener ngerasa cape.
@ office, 26 juli 2008
saat hati sudah merasa lelah
Sunday, July 13, 2008
heppi birthday to miiiiee.......
25 bukan angka yang muda lagi.....
diusia itu gw ngerasa belum meraih apapun....
masih belum puas dengan apa yang udah gw peroleh....
usia bertambah brarti....banyak target lagi yang mesti dicapai....
mulai dari belajar nabung......increasing income ampe merried....
kira - kira bisa ga yah tahun 2009 gw merid????
ga tau deh..... jalanin ajah!!!! ga mau ngoyo!!!!
Sunday, June 1, 2008
Hampa......
tak ada lagi yang kini bisa terucap....
segala kebahagiaan yang terbayang di hari depan....
perlahan memudar pasti....
Hilang.... harapan.....senyum....bahkan cinta....
semua tampak Kosong..................
Hampa......
saat diri ini sudah benar - benar merasa lelah dan muak
lelah dengan segala ke egoisan
muak dengan segala janji - janji yang tak satupun dia tepati
dan sekali lagi semua tampak abu - abu......
tidak hitam.......
tidak jua putih..............
dan kini kembali Kosong!!!!
Hampa.....kosong.....
terasa dikhianati....
sakit....luka....
hanya bisa menatap nanar pada kejauhan........
* hari ini aku cuma ingin berhenti mencintainya
untuk dia yang hingga kini tidak pernah kutemui alasan untuk berhenti menyayanginya
Terima kasih untuk semua rasa sepi dan sakit ini
Jakarta, 2 Juni 2008 ( dua minggu menjelang anniversary kita )
Monday, May 5, 2008
calon suamiquw......
hanya dari sorot matanya aku tau baginya aku yang terindah
dia tidak pernah membantuku menyelesaikan tugas kuliahku
karna dia percaya bahwa aku bisa menyelesaikannya sendiri
dia tidak pernah memberikan ku bunga atau pun perhiasan mewah,
tapi dia berikan seluruh waktunya selama 24 jam penuh untuk menemaniku
melakukan hal - hal yang membosankan...dan kalian tahu???? tak sedikitpun dia mengeluh
diam disaat dia ku jadikan sasaran amarahku,
amarah yang terkadang tidak disebabkan olehnya, namun oleh ketololanku sendiri.
aku.... tak perlu takut berbuat bodoh dan menjengkelkan di depannya .....karna dia akan selalu ada untuk menertawai kebodohanku dan lalu merangkulku...sambil berkata " lucu banget sih sayangku ini......"
dia memang bukan lelaki dewasa yang penuh dengan tata krama dan kesopanan.
Tapi dia.... tidak akan membiarkanku berjalan sendirian
tidak akan membiarkanku pergi tanpa ditemani
tidak akan membiarkanku disakiti......
Dia......Roby ku tersayang!!! entah Tuhan menjodohkan kita atau tidak.... bagiku engkau yang terbaik!!!
Thursday, May 1, 2008
sehari setelah liburang singkat itu........
2. seneng
3. rambutkusut
4. ngantuk terus
5. laper melulu
6. kangen tempat tidur dan si bruce
7. busikkan ( hiks.,..... kulitku)
8. Mupeng ngeliat rumah di BOGOR NIRWANA bagus - bagus piesan
9. Semangat cari duit banyak ( Buat beli Rumah lagi )
10. makin sayang ma hubbyquw!!!! secara dah mau direpotin ma sepupu...sepupu kecil kuw!!!
11. jadi pengen cepetan merid ( maunya punya baby sendiri yang diajak berenang )
Wednesday, April 30, 2008
sore dengan secangkir mochacino....
secangkir kopi mocha hangat. sedikit membantu menghilangkan penatku. ini adalah cangkir kopi pertamaku, hari ini. entah kenapa tiba - tiba aku merasa ingin berlibur... ketempat yang jauh. tempat yang belum pernah aku datangi sama sekali.
aku sedang berusaha mengalahkan diriku sendiri. sedang berusaha mengalahkan ego ku. dan belajar untuk menerima keadaan. aku sedang belajar untuk tidak iri dengan kesenangan orang lain. kopi ini sungguh membantu. mungkin karna kafein didalamnya yang bekerja sebagai penenang.
aku bingung.... dengan keadaan...dengan diriku sendiri.
aku gamang.... sebenarnya apa yang kucari...apa yang kukejar....
aku takut...berfikir kapan aku mati....apakah semuanya ini akan terus ku miliki..
sore.... masih dengan cangkir kopiku yang tinggal setengah...
aku merasa kosong....benar - benar kosong
(!_!)
Monday, April 28, 2008
Pagi ini......indonesiaku menangis
berangkat ke kantor dengan hati riang...
dikantor entah darimana tiba - tiba timbul pembahasan
tentang perbedaan anak zaman sekarang dengan anak zaman dulu.
lalu terlintaslah pikiranku kebeberapa puluh tahun lalu dimana aku bahagia dengan masa kanak - kanakku.
bermain dan berkunjung ke kebun binatang. Mengunjungi museum - museum, yang hingga kini masih sering kulakukan. belajar menari daerah. menonton film unyil dan si komo. alangkah indah masa kecilku. penuh dengan berbagai hal yang serba kekanak-kanakan. lalu terlintas difikiranku masa sekarang, anak - anak sekarang. yang terus di pengaruhi oleh sinetron, lagu - lagu dangdut yang vulgar, film - film layar lebar yang kadang terlalu vulgar mebahas soal sex.
tiba - tiba saja aku merasa takut, bagaimana zaman anak - anakku nanti???? bangsa seperti apa kelak yang akan ada disekeliling anak - anakku?? tiba- tiba hati kecilku berjanji....
nak... kalau nanti engkau lahir kedunia, akan ku lindungi engkau dari pengaruh buruk televisi. akan kuajarkan engakau bagaimana menghargai sejarah bangsa, akan ku dongengkan engkau cerita - cerita rakyat. mulai dari malin kundang hingga legenda batu menangis. akan kutidurkan engkau dengan untaian nyanyaian nina bobo, dodoy si dodoy serta timang - timang. setiap hari akan kuajarkan engkau untuk makan getuk, jagung, combro dan misro. akan kukenalkan engkau pada lagu - lagu perjuangan. dan anakku.....mama berjajni akan ku tanamkan dihatimu rasa bangga.... rasa bangga menjadi anak INDONESIA.
