Tuesday, July 28, 2009

Surat Untukmu Anak Bangsa....


ibu kehilangan anak...ada anak kehilangan orang tua.Istri kehilangan suami ataupun sebaliknya. Skenario siapakah semua ini? Kenapa sih kita ga bisa saling menyayangi satu sama lain. Pernah ga sih kita berfikir bagaimana kalau yang kita zalimi itu adalah saudara kita sendiri. Teror ....apapun bentuknya, bila menghilangkan nyawa orang lain sama sekali tidak di benarkan. Mengapa kalian para teroris begitu murahnya menghargai nyawa manusia. bukankah agama manapun mengajarkan kasih dan sayang kepada sesama makhluk tuhan, jangan kan kepada sesama manusia kepada hewan dan tumbuhan pun kita harus perlakukan dengan layak. Lalu kemana fungsimu wahai umat muslim????? bukankah engkau di turunkan ke muka bumi ini sebagai khalifah, yang di tugaskan melestarikan bumi tempat kita berpijak ini?? apakah ada Tuhanmu memerintahkan mu untuk mencelakai manusia lain????

Lihat ibunda maruto di TV, betapa sedihnya sseorang ibu yang kehilangan anak yang telah lama di besarkannya. Betapa rindu sang ibu berjumpa dengan sang putra. Apakah kalian tidak tersentuh wahai teroris???? aku saja yang tidak mengenalnya serta merta menangis.... membayangkan andaikan itu menimpa adik ataupun saudaraku.  Bukankah kalian mengklaim bahwa kalian berjihad??? kenapa tidak kalian utamakan berjihad untuk keluarga??? bukankah banyak cara untuk berjihad??? bukan dengan BOM. tidakkah kalian pikirkan orang tua yang kehilangan putra-putra terbaiknya?? anak-anak yang kehilangan ayah mereka?? Dimana hati nurani kalian??Kalian ingin masuk surga.... tapi apa tuhan rela melihat nyawa dari hamba nya direnggut paksa oleh kalian??? ingat kalian bukan tuhan, yang berhak atas nyawa umatnya. Dimana akal kalian??? 

Rabbi....sadarkan lah mereka. Keluarkan mereka dari kebodohan yang tidak mereka sadari. Kembalikan putra - putra itu kepelukan sang ibunda, aku wanita ya Rabb....aku tahu benar sakitnya kehilangan seorang putra. Rabbi....apakah mungkin karna menipisnya sikap nasionalis bangsa kami??? sehingga semuanya berjalan sendiri- sendiri, sehingga tidak ada lagi rasa kasih mengasihani sesama bangsa. Apapun agamamu...bukankah saat pahlawan - pahlawan kita memperjuangkan indonesia, mereka terdiri dari berbagai suku dan agama?? Bersatulah Indonesiaku.... Jangan pernah mempermasalahkan agama apapun kalian. kita berada di satu kesatuan Indonesia, yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata bangsa. 

~* Perempuan yang bangga menjadi Perempuan indonesia *~

Jakarta 29 Juli 2009

Monday, July 27, 2009

Dying Friends....Doaku untuk Sachi...


Membaca kisah hidup seorang teman di Wordpress, membuat aku kmbali bersyukur.Ya Rabbi...ternyata aku begitu beruntung, kau berikan aku keluarga yang menyayangi aku.... Mama dan papa yang selalu ada untukku. Kau berikan aku rezeki, kau berika aku suami yang insyallah menyayangiku hingga akhir hayat. Kau memberikan aku kesehatan. Lalu betapa picik nya aku ya Rabbi....Jika masih saja terus mengeluh atas semua kekurangan yang kumiliki.

temanku itu , seorang gadis tanpa ibu dan ayah yang tidak menyayanginya. Belum lagi sel kanker yang mneggerogoti tubuh kecilnya. Merasakan sakit setiap habis kemotherapi. Ya Allah...apa ini??? Mengapa aku berubah menjadi begitu piciknya?? Mengapa tidak satupun dari sekian banyaknya rahmatMu ini aku syukuri. Rabbi...ampuni aku.

Teman...siapapun namamu, dan dimanapun kini kau berada.Terima kasih sudah membuka mataku. Semoga Engkau diberikan tempat terindah di sisi Rabb mu.

Petikan Cinta Di KCB


Cinta adalah kekuatan…
yang mampu mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur.
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi hibah.
itulah cinta…..

Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar, namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri.

meskipun lidahku telah mampu menguraikan, namun tanpa lidah cinta ternyata lebih keram, sementara pena begitu tergesa-gesa menulisaknnya.

kata-kata pecah berkeping keping begitu sampai kepada cinta, dalam menguraikan cinta akal terbaring tak berdaya bagaikan keledai terbaring dalam lumpur. cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan.

Monday, July 13, 2009

Zaman Hedonis.....

mengapa orang selalu beranggapan bahwa dengan belajar otak bisa menjadi bebal??? Aku tidak mengerti. Bukannya justru ada sebuah rasa bahagia saat kita belajar. Saat kita mengetahui sesuatu yang belum kita ketahui. Bukankah zaman nabi dulu hanya orang - orang kafir yang pergi berplesir???? Kenapa sepertinya sekarang ini terbalik. Orang yang gemar menuntut ilmu malah dibilang aneh, sedangkan orang yang gemar melakukakan kesia - sian dengan hang out atau sekedar nongkrong malah dianggap baik. Sebenarnya apa yang telah terjadi, apakah telah terjadi pergeseran nilai moralisasi atau apa???

Wednesday, July 8, 2009

Keinginanku untuk berlibur......

Aku punya keinginan, entah mengapa aku begitu ingin pergi berlibur kebali. Panoramanya yang begitu sering aku baca dan lihat di internet, membuat rasa ini semakin kuat. Bali memang bukan daerah yang jauh. Bali hanya sebuah pulau kecil yang masih termasuk wilayah indonesia.  Tapi entah mengapa aku begitu ingin berlibur ditempat ini. merasakan damainya memandang sudut kintamani 

Merasakan henbusan angin di tepian danau... Bertafakur mengagumi keindahan ciptaanMu. Melihat hamparan karpet hijau milik sang alam di dataran tinggi UBUD. Berkunjung keistana Ubud dan mengenal peradaban sejarah disana. 

Sungguh.....Betapa aku menginginkan itu.  Berjalan di saat matahari terbenam diindahnya pantai Kuta, dan sekali lagi aku yakin ku hanya bisa berbisik" Subhanallah..."atas keindahan ciptaanMu.

Rabbi.....Berikanlah aku rezeki, agar aku bisa mengunjungi tempat dimana ukiran dari keagunganMu sungguh tampak begitu jelas.

~* Si Gadis Embun *~

Jakarta 9 Juli 2009

Saat aku begitu merindukan Bali

Aku ingin Suamiku Menangis untukku...........


Pernah aku baca di sebuah majalah rohani, seorang istri dari suaminya (ya iya lah !) sedang pergi ke suatu tempat dengan menggunakan taxi. Di dalam taxi, wanita itu berinisiatif mengajak pak sopir mengobrol.

“Sudah berapa tahun nyopir taxi, Pak?”, tanyanya.

“Lumayan lama, Bu. Ini kira-kira sudah 7 tahun-an.”, jawab Pak Sopir nya.

“Wah lama juga ya. Bapak asli sini?”

—————– nih kalo diceritain detail bakal panjang deh, aku fastforward yah…

“Istri Bapak disini kerja juga?”

“Istri saya sudah meninggal, Bu. Sejak saya mulai kerja jadi sopir taxi. Kena kanker kandungan.”

Wanita tadi jadi terdiam, bingung mo ngelanjutin obrolannya. Yang membuatnya semakin termenung, kemudian…

“Istri saya itu orangnya baik banget, sayang ma keluarga, …… “, Pak Sopir melanjutkan tiba-tiba. Tapi kemudian dia terdiam dan jadi sesenggukan. Ternyata Bapak itu sedang menangis. “…seorang istri solehah buat saya, Bu.”, beliau menambahkan di sela ketermenungannya.

Wanita itu jadi ikut sedih juga jadinya, tapi yang bikin dia sangat terharu adalah :

‘Bapak itu kehilangan istri sudah 7 tahun lamanya. Tapi, begitu ia menceritakan 1 kalimat tentang istrinya, pada orang yang tidak begitu dikenalnya, ia menangis.’

Begitu dalam perasaan Pak Sopir taxi itu kepada istrinya. 7 tahun bukanlah waktu yang sebentar, untuk melupakan kepergian seseorang. Tapi ia masih menitikkan air mata saat ingat mendiang istrinya. Bagaimana besarnya pengabdian istri tersebut kepada keluarga, sehingga menimbulkan kesedihan yang demikian? Pastinya seorang istri yang sayang dan disayangi keluarga.

Wanita itu membatin dalam hatinya, “Ya Allah, salahkah aku? Dosakah aku? Kalo aku berharap suamiku menangis dikala nanti mengenangku yang telah pergi mendahuluinya. Semoga aku bisa menjadi istri yang seperti itu.”


Banyak orang bilang bahwa aku terlalu memanjakan suamiku. Benarkah itu??? sesungguhnya aku hanya ingin berikan yang terbaik untuknya. Selagi aku masih mampu. Selagi aku masih meiliki tenaga untuk melayaninya. Aku mencintai suamiku karnaMu ya Rabbi.Aku hanya ingin berbakti penuh pada suamiku. Jikalau itu salah dan aku memanjakannya.Jikalau karna itu dia berpaling dariku dan merepotkan aku. Sungguh aku Ikhlas dengan semua yang telah kuperbuat untuknya. Karna untukku, Dialahlaki -laki terbaik yang telah Tuhankupilihkan untuk mendampingiku.

Semoga aku bisa menjadi seperti istri bapak supir itu, Dicintai hingga saat ajal menjemputku kelak, dia akan menangisi ketidak beradaanku disisinya.

~* Si Gadis Embun *~
Jakarta, 9 Juli 2009


Tuesday, July 7, 2009

In Memoar of Faizah ...My Beloved Grandma


Kematian...

     Semua pasti mengenal kata itu. Tapi sebenarnya mengapa manusia harus mati??? Aku kembali teringat sewaktu menyaksikan almarhumah neneku tersayang sedang sakaratul maut. Betapa wajah itu masih kuingat. ah...aku jadi sedih!!! Wajah yang aku tau seumur hidupnya penuh dengan masa lalu yang begitu menyedihkan. Lahir dari rahim seorang ibu bernama "Rabi'ah" dan ayah bernama" Marzuki" kehidupan beliau tidaklah mudah. Ayah yang tukang kawin membuatnya tumbuh tanpa kasih sayang ayah. perceraian yang terjadi antara kedua orang tuanya membuat icah kecil seolah - olah jauh dari kedua saudara kandungnya yang ikut bersama sang ayah. Icah kecil tinggal dengan sang nenek dan ibundanya, nenek kamsiyah begitu menyayangi icah kecil. Karna keadaan pada saat itu sangat sulit, nenek pernah bercerita padaku bahwa untuk bersekolah dia harus berjualan kue keliling.  Tapi satu yang kupelajari dari icha kecil, Nenekku itu tidak pernah mengeluh.

     Saat Menikah dengan kakekku pun , nenek menimbulkan kontroversi. Karna pernikahan kakek-nenekku adalah "kawin lari", mungkin itulah jodoh. Sebelum berkenalan dengan kakekku konon nenek sudah memiliki tunangan yang mapan. Tapi ternyata nenek lebih memilih kakekku untuk menjadi pendamping hidupnya.Yah itulah hidup, kadang kita tidak punya kuasa atas segala hal. semuanya adalah skenario tuhan.

     Awal menikah menjadi penyesuain yang terlalu berat untuk nenekku, kerjaan kakek yang berpindah-pindah membuat nenek harus bejuang memutar otak agar uang belanja yang kakekku berikan bisa mencukupi kebutuhan sehari - hari. Oh ya...Kakekku pernah menjadi supir lintas. Sering sekali nenekku mendapat laporan yang tidak baik mengenai perilaku dan kelakuan kakekku diluaran. Tapi nenekku selalu memegang prinsipnya yang hingga kini ditanamkan ke anak cucunya termasuk aku. Suatu hari nenek pernah menasihatiku sesaat setelah beliau menceritakan bagaimana perilaku dan kehidupan rumah tangganya dengan kakekku. " Nanti kalau icha sudah menikah, apapun kelakuan suami kita diluaran apapun omongan orang soal perilaku suami kita diluaran, diam kan saja. Dari rumah ke dalam itulah suami kita tapi dari pagar keluar itu bukan lagi suami kita. " Mungkin prinsip itulah yang membuat nenek bisa bertahan hingga 48 tahun perkawinan bersama kakekku.

    Dalam mengarungi rumah tangga, Kehidupan nenek bukan sekali dua kali diterpa cobaan.Mulai dari kakek ku yang berselingkuh, saudara-saudara kandung yang selalu meremehkannya, hingga perbuatan asusila anak laki-laki pertamanya yaitu om ku, yang mengharuskannya menjadi seorang bapak pada saat kuliah tingkat 1.  

     

     Perilaku kakekku yang diktator yang merupakan ciri khas orang batak dalam memimpin keluarga membuat nenek ku terlalu takut untuk mengeluarkan pendapat, Oleh sebab itulah saat kakekku menjodohkan ibuku dengan ayahku yang jarak usianya begitu jauh ( 10 Tahun) nenek hanya bisa pasrah dan berusaha meyakinkan ibuku bahwa inilah yang terbaik, dan ibuku yang tumbuh dikeluarga otoriter, sekali lagi hanya bisa pasrah dan mencoba untuk menerima semuanya .Aku tau kalau saja bisa pasti saat itu nenek akan lebih memilih menyekolahkan ibuku dari pada menikahkannya. Tapi well... sekali lagi Thats God Choice. Kalau pernikahan itu tidak ada mungkin aku tidak akan terlahir dan blog ini tidak akan pernah ada.

   

     Setelah ibuku menikah, sedikit beban nenek mulai menghilang. Aku tau dibalik perilaku tegas dan kerasnya kepada ibuku, nenek punya banyak doa dan kasih dalam hatinya untuk ibuku. Ibuku mulai membantu perekonomian nenek. Hidup pada saat itu begitu membahagiakan bagi nenekku, nenek pernah bilang saat terbahagia dalam hidupnya adalah ketika aku lahir kedunia...yaa...aku...cucu pertamanya. Karna itulah nenek yang megasuhku waktu akukecil,aku yang terlahir dengan kaki cacat( LETTER O) tidak menyurutkan kasih dan sayang nenek untukku. Tiap malam nenek menurut kakiku. Hingga akhirnya kakaiku kembali normal bahaka tidak ada orang yang tau bahwa dulu kakiku cacat. Tuhan ....memang Maha Baik, Diamengirimkan aku ke rahim ibuku untuk mejadi cucu seorang Faizah, kalau tidak ada nenek saat itu entah bagaimana sekarang kakiku, pasti aku akan menjadi bahan cemoohan orang.  Aku ingat betul betapa bahagianya aku setiap sore, karna setiap sore itu nenek pasti akan memandikan aku. Akulebih suka dimandikan oleh nenek ketimbang oleh ibuku. Karna entah mengapa, ada sebuah ikatan yang aku tak tau apa itu, yang membuatku begitu nyaman berada disamping nenek.

     Aku tau betul sebesar apa kasih dan sayang nenek untukku, nenek yang selalu memasakkan sarapan untukku. Yang selalu membelaku disaat ibu memarahi aku. nenek yang selalu siap sedia mendengarkan keluhan dan gumaman-gumaman konyolku. Nenek lah yang membuatku merasa begitu dicintai. Aku ingat betapa tekunnya ia mengepang rambutku sehabis mandi. setelah itu dia pasti langsung memberikan aku jajan. aku ingat betul dia sering bertanya " Icha dah jajan belum???" dan aku pasti menjawab" udah sih nek,tapi icha mau beli itu" dan nenek langsung memberikan aku uang tambahan. 

Cobaan Kembali Menerpa nenek, Disaat Anak perempuan Kelimanya kabur karna laki-laki. Saat itu nenek begitu hancur, aku lihat nenek menangis disela -sela sujudnya. Anak Gadis yang dia sayangi, yang seharusnya menjadi kebanggan keluarga tapi malah kabur dengan laki -laki. nenek dan ibuku begitu terpukul, terlebih lagi saat itu aku ingat sekitar tahun 1995nenek tengah menunaikan ibadah haji, ibuku berusaha menutupi semuanya dari nenek.namun saat ia kembalike tanah air, kembali nenek harus menelan pil pahit dalam kehidupannya. Akhirnya karna banyak pertimbangan nenek pun menikahkan bibiku itu dengan laki -laki pilihannya.

     Saat bibi-bibiku menikah dan memiliki anak. Aku dan neneklah yang mengurus bayi- bayi mereka. Nenek mengajarkan aku bagaimana memandikan bayi, bagaimana memakaikan popok, gurita,dan bedong. Neneklah yang mengajarkan aku untuk mencintai dan menyayangi adik - adikku. nenek mengajarkan aku untuk berbelas kasih kepada siapa saja, persis seperti dia. Dulu....Dulu sekali saat aku masih kecil, nenek sering menampung para perantau2 yang tidak memiliki tempat tinggal. Nenek ajak mereka  tinggal dirumahnya dan dicarikan kerja oleh kakekku. Aku juga ingat betul, bagaimana nenek memanggil dan mempersilahkan seorang pengemis tua yang buta untuk masuk, Saat itu aku begitu takut. Tapi nenek bilang " tidak usah takut, lekas ambilkan makanan dibelakang...." aku pun mengambilkan sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk dan sayurnya. Lalu pengemis itu dipersilahkan untuk makan. nenek begitu enjoy dan tampak menikmati bercakap - cakap dengan pengemis buta itu. aku pun heran. tapi yang pasti semenjak hari itu, tiap hari pengemis itu datang kerumah untuk makan siang. dan nenek dengan senang hati melayaninya.  hari itu Aku belajar bahwa kebahagian itu bisa terus ada bila kita membaginya dengan orang yang membutuhkan.

     

     

Hari ini, nenek telah tiada. Sudah 3 Tahun Lebih nenek berpulang. Aku yakin saat ini dia telah menemukan kebahagian yang sejati, kebahagian yang tidak terusik oleh perilaku anak- anaknya. Aku bersyukur nenek telah berpulang, karna kalaulah beliau masih hidup pasti beliau akan kecewa melihat keadaan anak- anaknya sekarang. Putra-putrinya yang semula terlihat begitu meyayangi kini semuanya berubah, kakekku yang kini seorang diri pun tidak dapat terurus. kadang aku sering meminta kepada ibuku,bagaimana kalau kakek tinggal bersama kami.Tapi setiap akukemukakan ide itu kepada kakek, pasti kakek menolaknya. Beliau tidak mau beranjak dari rumah kenangannya. ya.... rumah kenangan dimana dulu....dia pernah menjadi orang terkuat di dalamnya, rumah dimana dengan keringatnya dia membesarkan dan menafkahi anak - anak yang sekarang menelantarkannya. Rumah dimana dia benar - benar merasa bahagia hidup dengan nenekku.

     Kini setelah 3 tahun nenekku pergi, kakekku terus mencari pengganti, tapi setiap dia menemukan wanita lain dia selalu mundur karna dia sadar baginya tidak ada wanita yang secantik dan seindah nenekku.

Nenek.....miss you so much

~* Si Gadis Embun *~

Jakarta 7 Juli 2009

Disaat Rindu Terhadapmu begitu dalam

Teruntuk Rabbiku.....


Rabbii,
Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh
hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman
yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan aku
mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan
kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di
pojok-pojok jembatan. Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai
taulan.

Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang
shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya.
Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu,
dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang
ke berbagai permasalahan dunia.

Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan
seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk
mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu.
Dalam desah napas kepasrahan tidurku.

Yaa, Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang
menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku
mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku.
Lewat lantunanseayat dua ayat hafalanku.

Yaa Rahiim,
Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi
tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya
bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan
mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka
izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim
yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji
matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku
mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku,
dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam
jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.
~* Si Gadis Embun *~
Jakarta 7 Juli 2009
Taken from http://tanbihun.com

Wednesday, July 1, 2009

Teruntuk Anakku...


Tadi pagi, aku ketemu "SUSAN" temen SD ku. Subhanallah, sekarang dia berjilbab dan sedang hamil.  Aku jadi makin jealous, ya Rabbi kapan aku hamil. Aneh yaaa, aku menikah belum juga jalan 1 bulan tapi udah kepengen banget hamil.  Semalem kami berhubungan disela - sela itu aku berdoa ya Allah mudah - mudahan jadi, amien!!! iiih aku ngotot banget yah mau punya anak, padahal semua itukan tergantung percaya tidaknya Allah sama aku dan suamiku. Aku harus memperbaiki ibadah ku dan membuat allah percaya bahwa aku mampu menjadi seorang ibu. 

Nak....untukmu yang belum terlahir

ini aku ummi mu....

aku hanya perempuan biasa...bahkan teramat biasa

aku hanya seorang perempuan yang sedang berusaha untuk menjadi istri untuk suamiku....ya ayahmu

aku belum terlalu pandai masak

tapi ummi janji, saat kau terlahir kedunia nanti

akan ummi berikan engkau makanan yang halal

sehingga engkau tumbuh dengan segala kebaikan

Teruntuk anakku yang belum terlahir......

Mungkin ummi tidak secantik ibu - ibu yang lain

Tubuh ummi begitu gempal dan gemuk

tapi ummi janji nak, ummi akan selalu tersenyum biarpun disaat lelah mengurus dirimu

akan ummi berikan senyum terbaik ummi untuk menghibur tangis dan sedih mu

akan ummi berikan tubuh gempal ummi untuk tempat kau bersandar saat engkau lelah bermain

Teruntuk anakku sayang......

bila saat itu datang, ummi ingin kau merasa bangga pada ummi

bukan karna ummi cerdas atau sekedar cantik di wajah

tapi ummi ingin kau bangga pada ummi karna ummi punya banyak bahkan terlalu banyak cinta untukmu dan ayahmu

Ummi ingin engkau bangga pada ummi.........

Karna ummi selalu ada untukmu sayang......

~* Si gadis Embun *~

Jakarta 03/07/2009