
Hari ini pernikahan ku dengan suamiku jalan 4 bulan. memilikinya sebagai suamiku adalah hal terindah yang pernah kumiliki. dia mungkin memang bukan laki - laki dewasa.....tapi dia selalu bisa menghentikan tangisanku dengan candanya. suami ku memang bukan seorang yang kaya raya.....tapi aku tau dia telah bekerja keras dengan sekuat tenaga untuk membahagiakan aku....dan sungguh aku bersyukur atas itu.memegang tangannya yang kasar membuatku menitikkan air mata....karna tangan itu seolah bicara seberapa berat ia bekerja untuk menafkahiku.
suamiku bukanlah orang yang romantis.....namun dia selalu menganggapku spesial. dia memang bukan laki - laki yang setiap saat mengucapkan kata cinta....namun caranya merawatku dkala aku sakit....caranya menciumku setiap malam sebelum tidur. itu lebih dari sekedar romantisme picisan. Dia bukan laki - laki yang serius...yang menunjukkan wibawanya di setiap saat....namun dia hanya lelaki sederhana yang rela berkeringat membantu ayahku membetulkan mobil kami, dia cuma pria biasa yang selalu ingat membelikan oleh - oleh untuk ibuku kemanapun dia pergi. itulah suamiku.....
terlepas dari semua kekurangannya...dia memiliki begitu banyak kelebihan di mataku.... bahkan tiap kali aku mengingat kelebihannya itu tak jarang aku menangis dengan penuh rasa syukur....
Hari ini di hari dimana usia pernikahan kami hampir berjalan 4 bulan.... aku bersyukur kepadaMu ya Rabbi....atas semua rezeki ini...kasih sayang suamiku....bayi yang ada dalam rahimku...tidak ada lagi nikmat yang bisa menggantikannya.
Untuk suamiku sayang..... maaf kalau aku belum bisa menjadi istri yang baik. tapi aku akan berusaha untukmu dan untuk keluarga kecil kita.
Teruntuk My beloved Hubby
Jakarta, 29 September 2009
suamiku bukanlah orang yang romantis.....namun dia selalu menganggapku spesial. dia memang bukan laki - laki yang setiap saat mengucapkan kata cinta....namun caranya merawatku dkala aku sakit....caranya menciumku setiap malam sebelum tidur. itu lebih dari sekedar romantisme picisan. Dia bukan laki - laki yang serius...yang menunjukkan wibawanya di setiap saat....namun dia hanya lelaki sederhana yang rela berkeringat membantu ayahku membetulkan mobil kami, dia cuma pria biasa yang selalu ingat membelikan oleh - oleh untuk ibuku kemanapun dia pergi. itulah suamiku.....
terlepas dari semua kekurangannya...dia memiliki begitu banyak kelebihan di mataku.... bahkan tiap kali aku mengingat kelebihannya itu tak jarang aku menangis dengan penuh rasa syukur....
Hari ini di hari dimana usia pernikahan kami hampir berjalan 4 bulan.... aku bersyukur kepadaMu ya Rabbi....atas semua rezeki ini...kasih sayang suamiku....bayi yang ada dalam rahimku...tidak ada lagi nikmat yang bisa menggantikannya.
Untuk suamiku sayang..... maaf kalau aku belum bisa menjadi istri yang baik. tapi aku akan berusaha untukmu dan untuk keluarga kecil kita.
Teruntuk My beloved Hubby
Jakarta, 29 September 2009
