Monday, September 28, 2009

suamiku......


Hari ini pernikahan ku dengan suamiku jalan 4 bulan. memilikinya sebagai suamiku adalah hal terindah yang pernah kumiliki. dia mungkin memang bukan laki - laki dewasa.....tapi dia selalu bisa menghentikan tangisanku dengan candanya. suami ku memang bukan seorang yang kaya raya.....tapi aku tau dia telah bekerja keras dengan sekuat tenaga untuk membahagiakan aku....dan sungguh aku bersyukur atas itu.memegang tangannya yang kasar membuatku menitikkan air mata....karna tangan itu seolah bicara seberapa berat ia bekerja untuk menafkahiku.

suamiku bukanlah orang yang romantis.....namun dia selalu menganggapku spesial. dia memang bukan laki - laki yang setiap saat mengucapkan kata cinta....namun caranya merawatku dkala aku sakit....caranya menciumku setiap malam sebelum tidur. itu lebih dari sekedar romantisme picisan. Dia bukan laki - laki yang serius...yang menunjukkan wibawanya di setiap saat....namun dia hanya lelaki sederhana yang rela berkeringat membantu ayahku membetulkan mobil kami, dia cuma pria biasa yang selalu ingat membelikan oleh - oleh untuk ibuku kemanapun dia pergi. itulah suamiku.....

terlepas dari semua kekurangannya...dia memiliki begitu banyak kelebihan di mataku.... bahkan tiap kali aku mengingat kelebihannya itu tak jarang aku menangis dengan penuh rasa syukur....

Hari ini di hari dimana usia pernikahan kami hampir berjalan 4 bulan.... aku bersyukur kepadaMu ya Rabbi....atas semua rezeki ini...kasih sayang suamiku....bayi yang ada dalam rahimku...tidak ada lagi nikmat yang bisa menggantikannya.

Untuk suamiku sayang..... maaf kalau aku belum bisa menjadi istri yang baik. tapi aku akan berusaha untukmu dan untuk keluarga kecil kita.



Teruntuk My beloved Hubby
Jakarta, 29 September 2009

Tuesday, September 1, 2009

Sesalan Hati Di bulan Penuh Kasih

Ya...Rabbi
Hari ini aku tersadar
betapa telah begitu banyak nikmat yang telah Engkau berikan padaku
dan betapa sedikit yang kubagi dengan orang lain

Rabbi....
Hari ini aku seperti ditampar
sadar akan ketamakanku
sadar akan kesombonganku
dan tiba - tiba saja nanar mengingat hampir tidak ada yang pernah kubagi dengan makhluk mu yang lain

Ya Allah...
aku terlalu tamak...
aku terlalu rakus...
disaat semua telah kumiliki namun tetap saja aku meminta lebih
bahkan saat berdoa kepadamu ketamakan dan kerakusanku tak jua hilang

Ya Azza waja'alla
aku kotor.....
aku hina....
maka bagaimana mungkin engkau masih bisa mencintaiku??

Ya Rahman ....
Ya Rahim.....
aku berjanji...sejak kutulis doa ini,
kan kubagi semua yang bisa kubagi
istiqomahkan lah aku ya Ya Aziz...
agar jangan lagi hati terbuai nikmatnya dunia...


~ Si Gadis Embun ~
Jakarta 2 September 2009

Rumah Terindah.....

terima kasih untuk rumah terindah yang akan kita tempati.
terima kasih untuk memberi maaf sebelum aku meminta.
terima kasih untuk bersabar sampai karena aku tahu kalau hal-hal terbaik dalam hidup tidak memerlukan uang.
seperti bunyi suaramu yang selalu setia menuntunku pulang ke hatimu
rumahku yang terindah


tadi pagi, sebelum pergi.
dia meminta saya untuk duduk.
lalu dia berlutut dan mengatakan sesuatu.
‘maafkan, saya bukan suami yang baik. tidak ada saat kamu akan melahirkan anak pertama kita.’

mata saya langsung panas dan menangis.
‘kamu suami yang baik. saya selalu bersyukur untuk itu.’

lalu dia memeluk saya.
erat sekali.

‘doakan saya agar selamat saat melahirkan ya… doakan agar anak kita selamat dan sehat, agar nanti kalau rumah kita selesai, kita akan tinggal bertiga di sana.’
dia mengangguk dan kembali memeluk saya.
tidak lama dia lalu mendorong koper.
menuju airport.

ya, dia adalah rumah saya yang terindah.


~ Si Gadis Embun ~
Jakarta 01 September 2009

Teruntuk rumah terindahku

*taken from 9 Naga