Wednesday, August 19, 2009

My first trisemester pregnancy......


Setelah ga lama ngeblog.....ini dia gw muncul dengan perut gendut yang telah terisi seorang janin. YUp!!! I'M Pregnant.  So glad knowing that someone is alive in my belly. Suami ku dan aku memanggilnya dengan sebutan " Kaka ". it will be my first pragnant. Amazing so much!!

Gw jadi tambah maruk...walaupun sebenernya dari dulu udah maruk. Tapi ga bisa dipungkiri, gw kepengennya makaaannn terus. Tapi makannya cuma icip2 doang. well....telah begitu banyak rencana yang gw angan - anagankan untuk si " kaka". Mulai dari nama ampe cara didiknya nanti. padahal hamil gw juga baru 2 bulanan, but thats shows you that i really amazed of this pregnancy.

Gw pengen anak gw nanti cerdik, smart, dan pastinya berbudi pekerti baik. Semenjak hamil otomatis perhatian nyokap gw dan bokap gw lebih besar ke gw. Tapi ujung - ujungnya justru gw ngerasa terkekang. Ga boleh naik motor, ga boleh ini, ga boleh itu. But you know me!!! semakin dilarang....semakin menggila lah aku. ya ollo.....kasian anak  gw!!! jadi korban emaknya. jalan - jalan melulu gw setiap pulang kerja, jajan - jajan......tapi setiap ampe rumah pasti kena semprot nyokap. aku paling cuma tawa - tawa aja....

baby.....ibu ga mau kaka jadi lemah, kaka harus aktif, kaka harus jadi pemberani. Makanya mama harus memberikan contoh sama kaka..... ya kan???? dan aku juga tetap ingin jadi ibu yang funky dan tetep chic untuk baby ku. wanita karir yang pandai bekerja tapi juga  pandai mengurus anak. we'll see.....

Jakarta 20 Agustus 2009

Usia kehamilan 2 bulan menjelang 3 bulan

Untukmu sang Belahan Jiwa...........


aku ingin menyayangimu seperti bunga yang belum mekar
menyembunyikan semua keindahannya dari cahaya sang matahari
menunggu engkau yang membuka kelopaknya
dan merasakan hembusan pertama dari kembang putiknya

aku ingin menyayangimu seperti buku yang belum lagi kita buka
kupegang tanganmu, kau tuntun jari-jariku
satu per satu halamannya kita buka
satu per satu misterinya terungkap di depan kita
tak ada kisah yang terlewatkan, tak ada cerita yang tertinggalkan

aku tak tahu kapan, di mana, atau bagaimana aku jatuh cinta kepadamu
aku menyayangimu dengan sederhana, bukan tanpa masalah, tapi sungguh tanpa keangkuhan dan
dan tanpa sesuatu yang kubanggakan
setumpuk cemburu, bertahun kesal, mungkin sejumput kegembiraan dan setangkup kebahagiaan
aku menyayangimu seperti ini dan seperti ini saja
karena aku tak tahu cara yang lain untuk menyayangimu

aku berdiri di depanmu sekarang
dengan seluruh harapan kau bersedia lagi mengulang
semua keinginan yang mungkin tak sempat kita jelang

kutau mungkin terlalu cepat
terlalu terburu-buru, dan terlalu memaksakan
namun inilah yang akan kukatakan
aku menyayangimu sekarang, esok, lusa
mungkin minggu depan , entah bulan depan
atau pun tahun depan
tak ada janji yang berani kukatakan
hanya kuniatkan hati untuk menanti
jika waktu itu yang kau ingin jalani
~ Si Gadis Embun ~
Jakarta, 20 Agustus 2009

Kisah Nenek Penjual Tempe...........


Tersebutlah seorang nenek pedagang tempe. Ia hidup seorang diri dan keseharian nya ia berdagang tempe tuk kebutuhan nya sehari-hari.

Seperti biasa sebelum ia terlelap tidur ba’da shalat Isya ia membuat tempe agar dapat di jual esok pagi nya di pasar. Agar adonan kacang kedelai sempurna menjadi tempe maka harus di diamkan semalam. Setelah setelah selesai membuat adonan dan memasukannya kedalam cetakan tempe si nenek beranjak tidur, seraya berharap. “ya Allah..sempurna kanlah adonan kacang kedelai yg ku buat menjadi tempe esok pagi nya,amiin” demikian ia berdoa penuh harap..tak lama kemudian ia pun lelap dalam tidur nya.

Seperti hari sebelum nya, menjelang pukul 4 pagi sang nenek terbangun tuk bersiap shalat malam, bermunajat pada Nya, bermohon ampunan, Rahmat dan hidayah Nya. Dan ia pun masih membiarkan adonan tempe tersebut tertutup rapi dan tidak membuka nya agar sempurna menjadi tempe. Setelah mendapatkan 7 rakaat dalam witir nya adzan shubuh pun berkumandang..”assholatu khoirum minannaum…” Kemudian ia lanjutkan tuk shalat shubuh, sungguh khusyu ia larut dalam shalat nya, sesekali terdengar isakan tangis dalam surah Al qur’an yg di baca nya, teringat kan dosa yg pernah di lakuakan dan sangat kecil ia di hadapan Nya. “Qul huwallahu ahad…Allahusshomad. Lam Yalid walam yuulad,walam yaqullahu kufuwan ahad…”Allahu Akbar…tubuh renta nya bergerak rukuk dgn susah payah..hingga akhir nya ia menyelesaikan shalat shubuh nya. Kemudian berdoa…”Ya Allahu Ya Rahman..hamba Mu penuh dengan dosa,ampunilah hamba dari segala kesalahan. Ya Allah..Yg Maha Kaya, berikanlah hamba Mu ini rizki yg cukup, hari ini hamba kan berjualan tempe di pasar,jadikanlah adonan tempe yg hamba buat menjadi tempe yang baik dan sempurna sehingga di buthkan banyak orang..Ya Allah ya Ghanniyu ya Hamid..dan jadikanlah hamba Mu ini orang yg pandai bersyukur atas rizki Mu,amiin. Demikian ia berdoa penuh khusyu…”

Setelah itu ia bersiap diri tuk berangkat ke pasar..tak lupa ia melihat adonan tempe nya…”bismillahirrahnirrahimm…!” ia membuka penutup adonan tempe tersebut…”Astaghfirullah…Ya Allah…!” sungguh terkejut ia begitu melihat adonan tempe nya baru setengah jadi…”Ya Allah ada apa gerangan ini,kenapa tempe ku tidak jadi sempurna?” Tanya nya dalam hati penuh gundah. .”ah,mungkin aq membuka terlalu cepat sehingga belum jadi sempurna”,gumam nya. “lebih baik aq bergegas berangkat ke pasar karena matahari sudah mulai naik,semoga saja dalam perjalana adonan tersebut mengembang dengan sempurna”,harap nya. 

Akhir nya si nenek berangkat dg rasa cemas akan tempe nya…”bismillahitawakkaltu’alallah…” di tengah perjalann nya ia membuka kembali penutup tempe nya berharap adonan nya sdh berwujud tempe yg sempurna, dengan perlahan ia membuka nya…Masya Allah…! Ternyata masih belum jadi…”Ya Allah ada apa gerangan ini, sudah hampir pukul 6 tempe belum jadi juga, apa salah ku Ya Allah…”,jerit nya dalam hati dengan wajah cemas…”bagaimana ini, kalo tidak jadi tempe aq tidak dapat berjualan di pasar dan dagangan ku tidak laku, kalo tidak laku aq tidak bisa membeli beras agar dapat ku masak dan ku makan setiap hari?” sungguh cemas wajah nya…padahal sebentar lagi ia tiba di pasar…”ah mungkin doa ku kurang khusyu, sebaik nya aq berdoa kembali agar adonan ini menjadi tempe yg sempurna”, kemudian si nenek memejamkan matanya dan berdoa sebelum melangkah kembali..ia melantunkan ayat kursyi dan berdoa..”Ya Allah, tempe tidak jadi dengan sempurna ,ampunilah dosaku ya Allah..ku mohon pada Mu agar Engkau menjadikan adonan ini menjadi tempe sempurna agar laku ku jual dan ku belikan beras sbg kebutuhan ku sehari-hari,amiin”. Kemudian ia melanjutkan perjalanan nya ke pasar dan berniat membuka penutup tempe di pasar.

Tepat pukul 6.15 menit ia tiba di pasar..Di situ para pedagang tempe lainnya sudah siap dengan dagangannya…Setelah menyiapkan tempat ia berdagang ia membuka penutup tempe, mata nya di pejamkan dan hati nya di mantapkan penuh harap ,”semoga saja telah menjadi tempe yg sempurna, ia intip sedikit demi sedikit…dan…”Allahu Akbar…!” pekik nya…”Ya Allah…mengapa adonan tidak sempurna menjadi tempe..Ya Allah mengapa kau buat ini pada Hamba..apa salah hamba..bukankah hamba beroda dengan khusyu dan shalat subuh serta senantias berdzikir pada Mu..” hati nya mulai berkecamuk dan mempertanyakan kepada Allah..diri nya lemas…tak percaya..namun ia tetap memajang tempe setengah jadi nya..ia tak dapat berbuat apa-apa..padahal sudah banyak para pembeli di pasar tersebut..menunggu..dan menunggu..namun tempe setengah jadi pun tak terjual…ia melihat kiri-kanan teman2 seprofesi nya sudah setengah dagangan nya habis..sedangkan ia belum satupun laku. 
Wajah nya lemah..”Ya Allah bila Engaku mentakdirkan aq tidak makan hari ini aq pasrah”, ucap nya menguatkan hati yg penuh tanya pada Allah mengapa tempe nya tidak jua di takdir kan jadi dg sempurna.

Hari sudah semakin siang..pasar sudah mulai baranjak sepi..tempe setengah jadi pun tak ada yg laku satu pun…sedangkan teman nya sudah mulai ada yg merapikan dagangannya..”Ya Allah, ternyata benar,Engkau tidak menginkan aq makan hari ini…!” hatinya terbersit berburuk sangka pada Allah…wajah sedih…di mata nya mengembang air mata yg terkumpul…kemudian,tanpa disadari..buliran demi buliran jatuh satu persatu dan makin deras…ia menangis dalam diam nya..mulut nya terkunci rapat..hati nya bergejolak…di tengah runtuh nya bendungan air mata nya..ada seorang ibu2 yg sedang tergopoh-gopoh..berpindah dari satu pedangang tempe ke pedagang tempelain nya,namun ia tidak membawa sekantong tempe pun..nampak nya ia tidak menemukan yang ia cari..hingga akhir nya sang si ibu tiba di depan si nenek..”nek,ada tempe..?” dengan wajah penuh harap..dengan lemas si nenek menjawab..”nenek tidak punya tempe yang jadi dengan baik nak..semua tempe nenek semua nya setengah jadi..ke sebelah saja nak..di sana masih ada 1-2 tempe yg belum terjual..”katanya sambil menunjuk dagangan rekan nya…”apa nek..?” tempe setengah jadi ada?”,“ Alhamdulillah…akhir nya ketemu juga…!” ucap si ibu gembira.. “sayabeli tempe setengah jadi nya nek..!” …aa..aa..apa nak.? Kmu mencari tempe setengah jadi?” ujar nenek tidak percaya…”iya nek..tempe setengah jadi, ada kan..?” “kalo ada banyak ,saya beli semua tempe setengah jadi nya?”,”..ada nak..nenek ada banyak..!” akhir nya dalam sekejap dagangan si nenek habis terjual..kini air mata si nenek tak berhenti mengalir deras..bahkan beberapa kali terdengar isak nya…”Ya..Allah,sungguh Engkau maha adil..hamba Mu ini sungguh tidak tidak tahu diri menyalahkan Engkau..”,”Ampunilah hamba Mu ini yg tidak berharap pada Mu dan Ikhlas dalam menjalani ujian Mu..”
Si nenek pulang, tak hentinya bibir nya mengucapkan dzikir pada Nya sebagi tanda syukur..subhanallah...walhamdulillah...Allahu Akbar...

Ibroh/pelajaran :
1. Janganlahberburuk sangka pada ALLAH
2. Allah yg memberikan rizki dan tugas kita tuk bermohon pada Nya
3. Kita meminta dengan cara kita dan Allah memberikan nya dengan cara ALLAH
4. Dekat kan diri pada Nya..niscaya Allah akan membuka pintu rizki Nya
5. Allah lebih mengetahui kebutuhan diri kita 
6. Tetap berusaha dan bermunajat pada Nya sampai detik terakhir

Wednesday, August 5, 2009

Ummiku...


YA ALLAH, Mengapa Ummiku Sering Menangis ?

Seorang anak kecil bertanya pada Tuhannya ?
Rabbi, mengapa Ummiku menangis
Alloh menjawab,...

Karena Ummimu seorang wanita
Aku menciptakan wanita sebagai mahluk yang istimewa
Aku kuatkan bahunya untuk menyangga dunia
Aku lembutkan hatinya untuk memberi rasa aman
Aku kuatkan rahimnya untuk melahirkan benih manusia
Dan aku tabahkan pribadinya utnuk terus berjuang saat orang lain menyerah

Aku beri dia rasa sensitif untuk mencintai putra-putrinya
Aku tanamkan rasa sayang yang akan meninabobokan anak-anaknya dan berbagi cerita dengan putra-putrinya yang beranjak dewasa
Aku berikan dia kekuatan untuk memikul beban keluarga tanpa mengeluh
Aku kuatkan batinya untuk tetap menyayangi meski disakiti oleh buah hatinya sekalipun!
Aku beri dia keindahan untuk melindungi batin suaminya Aku beri dia kebijaksanaan untuk mengerti bahwa suami yang baik tak kan pernah menyakitinya
Tapi kadang itu hanya ujian, apakah benar ia wanita setia

Ummimu, mahluk yang sangat kuat
Jika suatu saat kau lihat ummimu menangis
Karena aku beri dia air mata, yang bisa ia gunakan sewaktu-waktu
Untuk membasuh luka batinnya dan memberikan kekuatan yang baru

Anakku......


Anakku…

Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu, maka ibu akan memilih mengandungmu?
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah Sembilan bulan nak…
Engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata
Anakku…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu. Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu, adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit, yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir,tangismu memecah dunia Saat itulah…saat paling membahagiakanSegala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah, Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan, Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah ditelinga mungilmu
Anakku…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu, maka ibu memilih menyusuimu
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu di dada ibu dalam kantuk ibu adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan
Anakku…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…Maafkan ibu…Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita, agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

taken from puisi Ratih Sanggarwati

Sunday, August 2, 2009

BITCH......

Aku hanya ingin enyah..... dan mengenyahkan mereka......

Aku hanya ingin mengubur mereka dalam - dalam sehingga mereka hilang dari hadapanku

Aku hanya ingin membayangkan bahwa aku bisa mencincang mereka menjadi potongan - potongan kecil lalu membakarnya

Aku hanya ingin mereka mati.....tidak berada di sekitarku lagi....

Enyahlah kau bangsat..... seperti kecoa busuk yang mati karna baygon...

Enyah kau dari hadapanku.....

Karna kau tak lebih dari seorang penjilat tengik...yang selalu merasa paling pintar

Tanpa menyadari semua ketololanmu..........