
pagi ini hujan masih saja turun di depan rumah mungilku
semuanya basah, sebasah hati dan mataku. pagi ini rasa rindu itu benar - benar terasa begitu kuat. hingga dada terasa amat sesak. kembali ku buka facebook dari smartphonekuw..... saat melihat foto salah seorang rekan, kembali ada yang menusuk dan menikam hati. foto itu adalah foto seoorang bayi mungil yang baru saja dilahirkannya. ia adalah seorang sahabat yang baru saja menikah, tapi mungkin allah begitu percaya nya sehingga ia langsung diberi kemudahaan saat hamil dan pada akhirnya melahirkan dengan selamat.
kupandangi lagi wajah lelap suamikuw yang masih tertidur dengan pulasnya di atas ranjang kami. Wajah kelelahan tampak sekali tersirat di guratan wajahnya. laki - laki yang sudah hampir 2 tahun ini menemani hidupku. kalau tidak ada dia, mungkin saja aku sudah berada di rumah sakit jiwa saat ini. kupandang lagi bulir bulir gerimis yang sedari tadi tak mau pergi.....indah.
pikirankuw menerawang ke peristiwa 1 tahun lalu. itu adalah saat - saat terberat dalam hidupku. menikah dan langsung hamil, itu semua adalah karunia terbesar dari allah, kado dariNya untuk pernikahan kami. Awalnya semua berjalan lancar, kami dan keluarga sangat bahagia terlebih lagi setelah tau bahwa anak kami adalah laki - laki. Semua berjalan lancar, hingga usia kandunganku menginjak angka delapan bulan, bayiku akhirnya mengorbankan dirinya untukkuw. jantungku bengkak dan banyak cairan menggenang di paru - paruku, satu satunya jalan adalah menguras semua cairan itu dengan obat, dan semua cairan itu pun mengalir bersamaan dengan air seniku begitu pula halnya dengan air ketubanku. bayi pertamaku meninggal perlahan di dalam perutku, dia berkorban demi menyelamatkanku. perlahan air mata jatuh membasahi pipiku. bayi itu kuberi nama ARKASA HARIS DHARMA, arkasa berarti perkasa dan gagah, haris berarti pengikut, dharma berarti titah tuhan. ya......laki - laki perkasa yang mengikuti titah tuhannya. laki - laki kecil yang perkasa, yang dengan gagahnya menyelamatkan sang bunda dari kematian.
Kembali kulihat bayi mungil yang baru saja dilahirkan sahabatku itu. kalaulah lelakiku itu hidup, pasti dia sudah besar sekarang. kuhapus air mataku yang terus mengalir, aku tak mau kesedihan terus menghantui keikhlasanku. hari ini jika saja dia melihatku, aku ingin dia melihat bahwa ibunya adalah wanita yang tegar. aku ingin arkasa bangga, memiliki ibu seperti aku. Aku ingin disana, dia melihatku sambil tersenyum. bagaimanapun caranya, aku harus tetap hidup, karna aku tak mau menyia nyiakan pengorbanan lelakiku.
*arkasa.....mama tulis semua ini disaat kerinduan atasmu begitu dalam, bahagialah disana nak, mama disinipun bahagia, setidaknya mama pernah merasakan tendangan - tendangan kecilmu di perut mama. setidaknya selama hampir 8 bulan mama mengandungmu, papa tidak pernah absen membacakan shalawat dan alfatihah diperut mama untukmu sayang, dan saat papa selesai pasti arka selalu tendang - tendang perut mama. Terima kasih ya Allah, walau sesaat....kau telah pinjamkan dia untuk menjadi putraku.
Jakarta, 05 Februari 2011
