Tuesday, September 1, 2009

Rumah Terindah.....

terima kasih untuk rumah terindah yang akan kita tempati.
terima kasih untuk memberi maaf sebelum aku meminta.
terima kasih untuk bersabar sampai karena aku tahu kalau hal-hal terbaik dalam hidup tidak memerlukan uang.
seperti bunyi suaramu yang selalu setia menuntunku pulang ke hatimu
rumahku yang terindah


tadi pagi, sebelum pergi.
dia meminta saya untuk duduk.
lalu dia berlutut dan mengatakan sesuatu.
‘maafkan, saya bukan suami yang baik. tidak ada saat kamu akan melahirkan anak pertama kita.’

mata saya langsung panas dan menangis.
‘kamu suami yang baik. saya selalu bersyukur untuk itu.’

lalu dia memeluk saya.
erat sekali.

‘doakan saya agar selamat saat melahirkan ya… doakan agar anak kita selamat dan sehat, agar nanti kalau rumah kita selesai, kita akan tinggal bertiga di sana.’
dia mengangguk dan kembali memeluk saya.
tidak lama dia lalu mendorong koper.
menuju airport.

ya, dia adalah rumah saya yang terindah.


~ Si Gadis Embun ~
Jakarta 01 September 2009

Teruntuk rumah terindahku

*taken from 9 Naga

0 comments: