
Senin indah dengan awan bergantung yang kehitaman
Riak riak air bergemiricik menandakan bahwa langit kembali menangisi kepergian sang mentari
Adakah yang kau rindukan...tanya sang burung kepada awan??
mengapa kau menangis...tanya nya lagi
sang awan hanya terdiam bisu dengan wajah kekarnya yang memuram
Adakah yang membuatmu sedih....tanya angin yang sementara melewatinya
adakah yang menyakitimu......tanyanya lagi
namun si hitam itu tetap membisu....
mereka semua terheran, mengapa awan yang terbiasa menaungi indahnya pagi berubah menjadi sosok yang menjemukan
Saat semua sedang bertanya didalam pikiran-pikiran mereka
sang awan melenggang pergi sambil berbisik
" adakah yang lebih menyakitkan dan menyedihkan dari rasa kehilangan....."
lalu mereka semua terdiam terpaku
hanya bisa menatap nanar pada sang kekar
~* Sang pencari cinta *~
Jakarta 11 mei 2009
Riak riak air bergemiricik menandakan bahwa langit kembali menangisi kepergian sang mentari
Adakah yang kau rindukan...tanya sang burung kepada awan??
mengapa kau menangis...tanya nya lagi
sang awan hanya terdiam bisu dengan wajah kekarnya yang memuram
Adakah yang membuatmu sedih....tanya angin yang sementara melewatinya
adakah yang menyakitimu......tanyanya lagi
namun si hitam itu tetap membisu....
mereka semua terheran, mengapa awan yang terbiasa menaungi indahnya pagi berubah menjadi sosok yang menjemukan
Saat semua sedang bertanya didalam pikiran-pikiran mereka
sang awan melenggang pergi sambil berbisik
" adakah yang lebih menyakitkan dan menyedihkan dari rasa kehilangan....."
lalu mereka semua terdiam terpaku
hanya bisa menatap nanar pada sang kekar
~* Sang pencari cinta *~
Jakarta 11 mei 2009

0 comments:
Post a Comment